Sedang Pancaroba, BMKG Bandung Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Limawaktu.id,- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung meminta warga tetap waspada menghadapi cuaca perubahan atau pancaroba ini.
Pasalnya, kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi hujan lebat yang turun secara tiba-tiba masih akan terus terjadi hingga beberapa bulan ke depan di wilayah Bandung Raya, termasuk di Cimahi dan Bandung Barat.
"Cuaca saat ini berubah-ubah dengan cepat. Ketika pagi panas, siang bisa hujan lebat tiba-tiba tapi dengan durasi pendek yang dikarenakan adanya perubahan musim," terang Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Tony Agus Wijaya saat dihubungi, kemarin.
Dia menjelaskan, potensi hujan lebat dengan durasi singkat hingga sedang masih akan terus terjadi hingga awal Juni mendatang. Pihaknya meminta masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan mengingat bencana longsor maupun banjir bisa datang secara tiba-tiba.
"Gangguan cuaca jangka pendek yang menimbulkan bencana berpotensi terjadi, karena kemarau diprediksi baru terjadi pada awal Juni," terang Tony.
Sementara itu akibat hujan deras satu rumah warga rusak parah dan dua rumah lainnya terancam ambruk tergerus longsor di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Longsor terparah menimpa rumah milik Jalu Nugraha (61), warga Kampung Keramat RT 05/07 Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, KBB.
Sedangkan dua rumah lainnya milik Oman dan Tata posisinya terancam. Karena pondasi tembok rumahnya tergerus longsor dan nyaris roboh.
Jalu (33) mengungkapkan, longsor terjadi pada Rabu (26/4) sekitar pukul 17.00 WIB. Dampaknya satu kamar tidur dan ruang makan hancur tertimbun longsor dari rumah Tata dan Oman yang berada tepat di atas rumahnya.
Dia mengaku beruntung tidak mengalami luka meskipun sempat terseret bebatuan dan tanah yang longsor dari rumah tetangganya itu. "Saya baru sampai di rumah, tiba-tiba terdengar bunyi keras tembok runtuh dari rumah sebelah. Kemudian saya langsung melindungi istri meski terseret longsor," terangnya.
Akibat dari bencana ini peralatan mebelair yang berada di kamar dan ruang makan hancur. Setelah kejadian itu, dia mengaku khawatir rumahnya kembali tertimpa bongkahan longsor susulan dari rumah Tata dan Oman. Demi keamanan istrinya diungsikan nginap di rumah tetangga, hanya anak yang masih tidur di rumah karena kamarnya masih aman.
"Setelah kejadian saya selalu begadang, jaga-jaga di luar rumah karena hujan masih sering turun," kata dia.