Selasa, 6 Februari 2018 21:15

Badan Geologi Kirim Tim Tanggap Darurat Untuk Atasi Longsor

Reporter : Jumadi Kusuma
Konferensi Pers Badan Geologi Tentang Rawan Potensi Longsor, berlangsung di Lobby Informasi PVMBG Jl. Diponegoro No. 57 Kota Bandung.
Konferensi Pers Badan Geologi Tentang Rawan Potensi Longsor, berlangsung di Lobby Informasi PVMBG Jl. Diponegoro No. 57 Kota Bandung. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Curah hujan yang tinggi pada beberapa hari ini memicu terjadinya gerakan tanah atau longsor di Kabupaten Bogor, Cianjur dan Underpass Jalan Perimeter Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang yang memakan korban harta dan jiwa.

Saat ini Badan Geologi telah mengirim Tim Tanggap Darurat Gerakan Tanah ke Kabupaten Bogor untuk melakukan penyelidikan dalam rangka pemberian rekomendasi Teknis Penanggulangan Gerakan Tanah serta memberikan sosialisasi kepada warga terdampak bencana gerakan tanah sebagai upaya pengurangan risiko bencana, demikian Konfrensi Pers Badan Geologi yang berlangsung tadi siang di Jl. Diponegoro No. 57 Kota Bandung, Selasa (6/2/2018).

Menurut Kabid Mitigasi Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi  Agus Budianto,   pemicu gerakan tanah umumnya curah hujan yang tinggi, gempa bumi dan aktivitas manusia seperti pemotongan lereng, peledakan pada area tambang.

"Indonesia merupakan daerah yang beriklim tropis sehingga pelapukan akan berjalan sangat intensif, disamping itu morfologi di Kabupaten Bogor umumnya berupa perbukitan dan pegunungan dengan lereng yang terjal," sebutnya.

Karenanya setiap awal bulan Badan Geologi membuat Buku Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah di Indonesia yang memuat peta dan informasi umum wilayah yang berpotensi terjadi gerakan tanah dan banjir bandang di Indonesia.

"Peta Prakiraan berdasarkan hasil tumpang susun antara peta zona kerentanan gerakan tanah yang diterbitkan oleh Badan Geologi dengan Peta Prakiraan Curah Hujan yang diterbitkan oleh Badan Metorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan dapat digunakan sebagai acuan peringatan dini gerakan tanah saat curah hujan diatas normal di kabupaten atau kota yang rawan longsor", pungkasnya. (jk)