Limawaktu.id, CIMAHI – Rencana perubahan nama atau rebranding Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat menjadi RSUD Wijaya Mulya memicu polemik. Pihak eksekutif dan manajemen rumah sakit dinilai 'main belakang' lantaran mengabaikan fungsi pengawasan dewan.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Cimahi, Ike Hikmawati, secara terang-terangan melontarkan kekecewaannya karena tidak pernah diajak berkoordinasi terkait kebijakan strategis tersebut.
"Tidak sama sekali (diajak bicara). Bahkan ketika Komisi IV melakukan kunjungan lapangan ke RSUD juga saat pembahasan Evaluasi Kinerja Eksekutif, hal ini sama sekali tidak disampaikan," tegas Ike saat dikonfirmasi Limawaktu.id, Selasa, 21 Juli 2026.
Ironisnya, sebagai wakil rakyat yang salah satunya membidangi urusan kesehatan, Ike justru baru mengetahui kabar pergantian nama instansi kesehatan tersebut dari pemberitaan di media. Merasa kecolongan, keesokan paginya ia langsung meminta klarifikasi dari Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) beserta Direktur dan Wakil Direktur RSUD.
Langkah sepihak ini disorot tajam karena rebranding sebuah rumah sakit daerah bukanlah sekadar proyek ganti identitas biasa. Ike mengingatkan bahwa penggantian nama ini akan menuntut investasi anggaran yang sangat besar, di samping membawa dampak langsung terhadap reputasi, operasional, dan memori publik yang sudah telanjur melekat pada nama RSUD Cibabat.
Lebih lanjut, urgensi dari pergantian nama ini dipertanyakan mengingat skala perombakan yang harus dilakukan. Proses ini dipastikan tidak hanya sekadar mengganti papan nama di depan gedung, melainkan menuntut pembaruan menyeluruh yang menguras kas daerah.
Perombakan tersebut mencakup pencetakan ulang seluruh dokumen resmi, pengadaan seragam baru bagi pegawai, modifikasi identitas pada kendaraan operasional seperti ambulans, hingga perombakan total pada sistem informasi digital rumah sakit.
“Keputusan sepihak tanpa sosialisasi kepada DPRD ini memunculkan tanda tanya besar terkait transparansi dan urgensi penggunaan anggaran daerah di balik ambisi rebranding RSUD Cibabat,” paparnya.
Diberitakan Limawaktu.id, Pemerintah Kota Cimahi memulai langkah besar dalam transformasi layanan kesehatan dengan melakukan rebranding RSUD Cibabat menjadi RSUD Wijaya Mulya. Perubahan ini ditegaskan bukan sekadar pergantian nama dan identitas visual, melainkan transformasi menyeluruh yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan, budaya kerja, serta pengalaman pasien.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Hasil Kajian Rebranding RSUD Cibabat Kota Cimahi yang berlangsung di RSUD Cibabat. Kegiatan ini sekaligus menandai selesainya proses kajian rebranding yang disusun bersama PT MarkPlus Indonesia dan menjadi titik awal perjalanan rumah sakit milik Pemerintah Kota Cimahi dengan identitas baru sebagai RSUD Wijaya Mulya.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan bahwa rumah sakit modern tidak lagi cukup dipandang sebagai tempat mengobati penyakit. Menurutnya, rumah sakit harus berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan yang menghadirkan rasa aman, membangun harapan, sekaligus mendorong masyarakat menjalani pola hidup sehat melalui layanan promotif dan preventif.
"Kalau rebranding hanya berhenti pada pergantian nama, tentu tidak akan memberikan nilai tambah. Yang kita bangun adalah transformasi menyeluruh, mulai dari citra, budaya pelayanan, hingga kualitas layanan kesehatan yang benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Ngatiyana, Selasa, 21 Juli 2026.