Limawaktu.id,- rumah milik Yani Susilawati (33) di Kampung Babut Tengah, RT 03/18, Kelurahan Cibabat, Kecamatan cimahi Utara, Kota Cimahi ambruk total pada Sabtu (21/4/2018) akibat diguyur hujan deras.
Rumah yang berada diperbatasan lingkungan kantor Pemerintahan Kota Cimahi tersebut membuat longsoran tanah dan puing bangunannya masuk ke parkiran belakang.
Pasalnya, bangunan rumah tersebut berdiri diatas tebing yang tingginya sekira lima meter dan dibawahnya tepat parkiran Pemkot Cimahi.
Beruntung saat kejadian, pemiliknya sedang tidak ada dirumah, sehingga peristiwa tersebut tidak menyebabkan adanya korban jiwa.
"Saat kejadian saya tidak ada dirumah. Saya dua minggu yang lalu sudah mengungsi ke rumah orangtua, soalnya takut ambruk karena bentengnya sudah condong," ujarnya saat ditemui di Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, Minggu (22/4/2018).
Bahkan, kata dia, peralatan rumah tangga pun sudah diungsikan sebelum kejadian tersebut, sehingga saat rumahnya ambruk itu kondisi rumah dalam keadaan kosong.
"Untung juga barang-barang sudah diungsikan ke rumah orangtua, jadi yang hancur hanya bangunan rumah saja" katanya.
Ketua RW 18, Arifin, mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB saat hujan deras mengguyur wilayah Kota Cimahi.
"Kejadiannya tadi malam pas hujan deras dan warga setempat langsung melakukan evakuasi longsoran tanah dan puing bangunan, karena masuk parkiran Pemkot," kata Arifin.
Saat kejadian itu, kata dia, diparkiran Pemkot terpakir sejumlah kendaraan roda empat, namun beruntung sejumlah kendaraan yang terparkir itu hanya terkena ranting pohon.
"Warga setempat langsung evakuasi longsoran dan pohon yang tumbang karena ada yang menimpa kendaraan tapi tidak ada yang rusak Alhamdulillah," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna yang sempat meninjau lokasi mengatakan, ambruknya rumah dan terjadi longsor itu diakibatkan kontur tanah yang digunakan bangunan rumah tersebut sudah mengkhawtirkan.
"Karena itu kan tanah timbunan dan agak tinggi, ditambah diatasnya ada beban beberapa rumah dan bentengnya tergerus air, sehingga terjadi longsor," ujar Ajay.
Benteng yang tergerus air tersebut, ucapnya, merupakan batas antara lingkungan Pemkot Cimahi dan Kampung Babut Tengah, RT 03/18, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi atau lokasi rumah yang ambruk tersebut.
Ajay pun mengatakan, sebelum kejadian tersebut pihaknya telah memberikan peringatan kepada pemilik rumah untuk pindah karena melihat bentengnya yang sudah mulai condong dan rumahnya pun sudah miring.
"Emang jika dilihat dari kontur tanah dan pondasi rumahnya tidak cocok jadi tidak ada penguatan sama sekali ketika tanahnya terkena erosi," katanya.
Atas hal itu, masih ada satu rumah yang terdampak akibat longsor tersebut, lokasinya tepat disamping rumah yang telah ambruk itu.
Menurut Ajay, seharusnya rumah yang telah terdampak longsor itu, seharusnya dikosongkan untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan.
"Yang penting ada pengertian dari masyarakat, pemerintah kota bermaksud baik karena mereka harus tinggal ditempat yang aman dan nyaman," katanya.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan rapat terkait bantuan yang akan diberikan untuk pemilik rumah yang ambruk maupun yang telah terdampak.
"Insya Allah kami mau rapat besok untuk mencari jalan keluar atas kejadian longsor dan rumah rusak ini," kata Ajay.