Rabu, 29 November 2017 21:43

Longsoran Tebing Jembatan Akibat Kendaraan Berat dan Curah Hujan

Longsoran sungai Cigereuh.
Longsoran sungai Cigereuh. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Kepala Desa Cipinang, Asep Juanda mengungkapkan, longsoran di sungai Cigereuh, Jembatan Cigereuh, Desa Cipinang, Kec. Cimaung, Kabupaten Bandung, yang terjadi pada Rabu (29/11/2017) sekitar pukul 02.00 dini hari, dikarenakan dalam tiga hari kebelakang intensitas hujan cukup tinggi, sehingga penyangga jembatan Cigeureuh amblas.

Selain karena hujan, kata Asep, longsoran ini pun banyak faktornya, diantaranya diduga beban kendaraan yang melintas terlalu berat dan jembatan ini sudah terlalu lama dan tidak ada perawatan sama sekali, saluran airnya pun tidak dibenahi.

"Kami sudah mengingatkan namun tidak diperbaiki saja. Sekarang longsoran semakin besar. Apabila tidak cepat diperbaiki akan membahayakan jiwa. Karena banyak mobil besar yang mengangkut bahan material proyek Magma hampir tiap hari. Oleh karena itu kami sangat khawatir. Sehingga kami memberitahukan kepada para dinas provinsi dan para wakil rakyat melalui media sosial," kata Asep saat ditemui di lokasi kejadian longsor.

Sebelumnya, lanjut Asep, sudah ada retakan di jembatan tersebut, bahkan pihaknya sudah mengusulkan pembenahan melalui surat ke dinas terkait, tapi tidak ada yang mengindahkan. Lebih lanjut lagi Ia menjelaskan, bahwa jembatan ini dibangun pada Juni 1984. Sejak berdirinya jembatan ini, hingga saat ini belum ada perawatan sama sekali, hanya ada pengecekan saja.

"Kami pun paham, karena pertanggung jawaban Pemerintah Provinsi bukan hanya memikirkan Kabupaten Bandung saja. Tapi setelah saya beritakan di media sosial, Dinas PUPR Provinsi Jawa Barat telah datang untuk melakukan pemantauan ke lokasi longsoran," jelasnya.

Dia pun mengakui, bahwa di wilayahnya terdapat dua titik longsoran, yakni tebing jembatan Cigeureuh dan tebing dekat sekolah Al-Qauzar, tanah longsorannya hampir mendekati ke sekolah tersebut.

"Kami khawatir jembatan ini akan membahayakan pengguna jalan, dan dilokasi jembatan ini ada pipa penampung air PDAM. Kalau pipa ini pecah akan sangat membahayakan sekali, maka kami berharap segera mungkin dari Dinas Provinsi dan tingkat pusat segera ada penanganannya," pungkasnya. (lie)