Kasus Aa Umbara Menyeruak Jelang Pencoblosan Pilbup KBB, Black Campaignkah?
Limawaktu.id,- Pada H-2 hari pencoblosan Pilbup Bandung Barat 2018, calon Bupati Aa Umbara diterpa berbagai isu tak sedap.
Di antaranya, munculnya dokumen kasus korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Sosial (Bansos) Kabupaten Bandung tahun 2005-2006. Dalam kasus tersebut, Aa ditetapkan sebagai tersangka.
Kemudian, ada juga spanduk bertuliskan #2018 Tolak Calon Bupati Tukang Nyambung, serta dugaan ijazah palsu yang digunakan eks Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu.
Arlan Sidha, Pengamat Politik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) menilai, munculnya berbagai dugaan kasus yang menimpa Aa Umbara akan membuat kegaduhan politik di KBB. Selain itu, warga juga akan berpikir ulang untuk memilih Aa Umbara-Hengky Kurniawan (Akur).
"Memang akan mempengaruhi pemilih, selain menciptakan kegaduhan Pilkada," kata Arlan saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (25/6/2018).
Meski belum bisa dipastikan kebenarannya, kata Arlan, namun menyeruaknya berbagai kasus tersebut seperti mengarah pada kampanye hitam atau black campaign.
"Saya melihatnya, mau menjelang pemilihan jadi segala sesuatnya dikorek terus," ujarnya.
Terlepas dari itu, lanjutnya, berbagai dugaan kasus itu pastinya akan mempengaruhi pemilih di KBB. Apalagi, jika informasi itu sudah menyebar di kalangan masyarakat.
Menurut Arlan, menjelang 'Hari Kasih Suara' yang akan dilaksanakan 27 Junu mendatang, pola yang dimainkan di KBB ini memang cenderung ke arah kampanye hitam.
"Yang saya lihat di Kabupaten Bandung barat itu memainkan pola black campaign," tegasnya.