Sabtu, 23 Juni 2018 19:17

Curi Hati Rakyat, Doddy Janjikan Insentif Lebih bagi Petugas Linmas di Bandung Barat

Reporter : Fery Bangkit 
Calon Bupati nomor urut dua, Doddy Imron Cholid.
Calon Bupati nomor urut dua, Doddy Imron Cholid. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Calon Bupati nomor urut dua, doddy Imron Cholid berjanji akan menaikan insentif bagi petugas Perlindungan Masyarakat (linmas) di Kabupaten Bandung Barat.

Dikatakannya, dengan menaikan insentif, petugas Linmas bisa lebih tenang saat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam menjaga ketertiban di lingkungan masyarakat, meskipun nilainya tak mencapai Upah Minimum Kota (UMK).

Baca Juga : Optimisme Emas Jelang Pencoblosan Pilbup Bandung Barat 27 Juni

"Kita tahu biasanya kalau seorang Linmas itu hanya mencari penghasilan tambahan menjadi tukang parkir, itu pun hanya saat ada hajatan saja. Selebihnya, mungkin ada yang jadi kuli bangunan, itu juga kan jarang," kata Doddy, Sabtu (23/6/2018).

Berdasarkan data di Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bandung Barat, jumlah petugas Linmas yang bertugas di desa, kecamatan, dan pemerintah daerah di lingkungan Pemda Bandung Barat tahun 2017 mencapai 3.795 orang.

Baca Juga : Bocoran Agenda Emas Jelang H-6 Pencoblosan Pilkada KBB 2018

Dengan itung-itungan uang intensif petugas Linmas Rp 300 ribu yang dibayar per tiga bulan, berarti dalam setahun bisa menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBd) KBB sekitar Rp 4,6 miliar.

Menurut Doddy, insentif yang diterima Linmas di Bandung Barat saat ini sangat minim. Idealnya, kata dia, pendapatan seorang Linmas bisa dinaikkan 2-3 kali lipat dari yang mereka dapatkan saat ini.

Baca Juga : Tim Emas Ajak Paslon Lain Hindari Aksi Money Politic di Pilbup Bandung Barat 2018

"Ada baiknya diberikan sallary yang lebih baik. Bupati kan punya kebijakan mengeluarkan anggaran, bisa dari hibah ataupun yang lainnya asalkan pengelolaannya sesuai aturan," ujarnya.

Selain insentif petugas Linmas, dirinya juga telah memperhitungkan untuk meningkatkan insentif RT, RW, Kadus hingga memberikan insentif terhadap kader Posyandu.

Baca Juga : Lanjutkan Bandung Barat Cermat, Emas Puji Kepemimpinan Abubakar-Yayat

"Untuk pendapatan perangkat desa dan guru honorer akan di tingkatkan" tukas Doddy

Ade Jahidin (39), salah seorang petugas Linmas di Kecamatan Parongpong mengaku, ia hanya mendapat honor Rp 100 ribu/bulan. Untuk mendapat penghasilan tambahan, dirinya terpaksa merangkap menjadi kuli serabutan.

Meski begitu, Ade mengaku bangga menjalani pekerjaan menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat. Baginya, tak masalah meski honor kecil, asalkan rezeki yang didapatkannya halal.

"Walau penghasilan hanya sedikit dan tidak cukup untuk menghidupi istri dan kedua anak tapi yang penting bisa mendapatkan uang dengan halal," tutur Ade.

Baca Lainnya