Senin, 25 Juni 2018 19:23

Beredar Dokumen Kasus Korupsi Salah Satu Paslon Pilbub KBB, Begini Dampaknya Dimata Pengamat Politik

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Net]

Limawaktu.id,- Dokumen penyidikan kasus korupsi penyaluran dana Bantuan Sosial (Bansos) Kabupaten Bandung tahun 2005-2006 beredar luas di kalangan warga Kabupaten Bandung Barat.

Pada anatomi of crime, disebutakn lengkap 12 tersangka. Nama-nama yang disebutkan dalam dokumen seluruhnya merupakan Anggota DPRD Kabupaten Bandung periode 2003-2008. Nilai kerugian APBD yang disebutkan mencapai Rp 1,49 miliar.

Baca Juga : Tim Emas Ajak Paslon Lain Hindari Aksi Money Politic di Pilbup Bandung Barat 2018

Dari ke-12 nama, terdapat dua nama politisi aktif. Yakni Agus Yasmin yang saat ini menjabat DPD Nasdem Kabupaten Bandung dan Aa Umbara Sutisna. Aa Umbara merupakan eks Ketua DPRD kbb. Ia kini mencalonkan diri menjadi calon Bupati KBB, berpasangan dengan Hengky Kurniawan.

Menanggapi kasus tersebut, Pengamat Politik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Arlan Sidha menilai, munculnya dokumen kasus korupsi yang menyeret nama Aa Umbara pastinya akan mempengaruhi pemilih di KBB.

Baca Juga : Lanjutkan Bandung Barat Cermat, Emas Puji Kepemimpinan Abubakar-Yayat

"Karena ini sudah dikonsumsi masyarakat, akan mempengaruhi pemilih. Artinya orang-orang yang akan memilih pasangan Akur (Aa Umbara-Hengky Kurniawan), karena ada sesuatu yang mengganggu dirinya, pemilihan ini bisa saja mereka akan berpindah pilihan," ujarnya saat dihubungi via telepon, Senin (25/6/2018).

Salah satu poin utama dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Ditreskrim Polda Jabar merekomendasikan Kapolda Jabar untuk segera melimpahkan kasus dugaan korupsi penyaluran dana Bansos itu kepada JPU Kejati Jabar.

Baca Juga : Optimis Menang, Emas Minta Partai Koalisi dan Relawan Tetap Jaga Kekompakan

Menurut Arlan, masyarakat akan mudah terpengaruhi dengan sajian informasi, apalagi kasus korupsi. Pasalnya, sajian kasus tersebut akan menurunkan kepercayaan pemilih terhadap pasangan Akur pada pilbup yang akan berlangsung pada 27 Juni mendatang.

"Menurut saya kalau sudah dikonsumsi masyarakat agak sulit melakukan konfirmasi, karena bagaimanapun logika nalar masyarakat sudah terbentuk oleh hal hal seperti itu," kata Arlan.

Baca Juga : Curi Hati Rakyat, Doddy Janjikan Insentif Lebih bagi Petugas Linmas di Bandung Barat

Bubun (36), salah seorang warga Padalarang, KBB mengaku, pertama kali melihat dokumen tersebut pada Sabtu (23/6/2018) malam. Ia mendapataknnya dari orang tak dikenal.

"Setelah saya baca, ternyata isinya sangat mengagetkan. Emang bener gitu Aa Umbara masih tersangka? Saya juga bingung," tuturnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Aa Umbara belum memberikan konfirmasi, sehingga belum dipastikan motif dibalik beredarnya dokumen tersebut.

Baca Lainnya