Eks Wakil Wali Kota Cimahi Bicara Soal Mahar Kampanye Pileg 2019
Limawaktu.id,- Mantan Wakil Wali Kota Cimahi, Sudiarto menegaskan, tak akan pernah 'mengemis' kepada DPD II Partai Golkar soal biaya kampanye Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sudiarto kembali terjun ke panggung politik menjadi Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di Kota Cimahi menempati Daerah Pilihan (Dapil) Padasuka, Setiamanah dan Cimahi.
"Mau minta ke partai kan malu, diupayakan sendiri saja," kata Sudiarto saat ditemui di kediamannya, Jalan Sirna Rasa, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, kemarin.
Sudiarto menyebutkan, ia dicalonkan oleh Partai Golkar untuk menjadi Bacaleg. Meski dicalonkan, kata dia, rasanya tidak etis jika harus meminta partai untuk membiayai semua anggaran kampanyenya.
"Ikhtiar sendiri saja," ucapnya.
Sudiarto sendiri bukan orang baru di kancah DPRD Kota Cimahi. Pasalnya, sebelum ia menjadi Wakil Wali Kota, Sudiarto terlebih dulu menjadi Anggota DPRD Kota Cimahi periode 2009-2014.
Saat Pemilihan Wali Kota Cimahi tahun 2012, Sudiarto dipinang Atty Suharti untuk menjadi pendampingnya. Masa jabatannya sebagai Wakil Wali Kota berakhir pada Oktober 2017.
Ditegaskannya, ia sendiri tak bisa menolak pinangan partai yang memintanya terjun di Pileg 2019. Sebab, kata dia, Partai Golkar sudah berjasa membesarkannya di kancah perpolitikan. Ditambah lagi, Sudiarto masih aktif sebagai pengurus DPD I Golkar Jawa Barat.
"Saya disuruh memperkuat Golkar Cimahi, saya ini dibesarkan partai. Dari berbagai pertimbangan, kalau partai menghendaki, kenapa tidak diikuti," beber Sudiarto.
Meski bukan orang baru di perpolitikan Kota Cimahi, lanjut dia, tak akan menjamin warga Cimahi masih mengenalinya. Untuk itu, Sudiarto harus memulai semuanya lagi dari awal.
"Saya mulai dari awal lagi. Mulai komunikasi lagi, silaturahim untuk membesarkan partai," tandasnya.