PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah X Jawa Barat menginisiasi penguatan ekosistem ekonomi inklusif melalui peluncuran program bertajuk
PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah X Jawa Barat menginisiasi penguatan ekosistem ekonomi inklusif melalui peluncuran program bertajuk "Mengetuk Pintu Langit" (MPL). [PT. Pegadaian ]
News

Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Dorong Penguatan Ekonomi Melalui Program 'Mengetuk Pintu Langit'

Limawaktu.id, Kota Bandung - PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah X Jawa Barat menginisiasi penguatan ekosistem ekonomi inklusif melalui peluncuran program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), bertajuk "Mengetuk Pintu Langit" (MPL).

Program ini dirancang sebagai pilar strategis korporasi untuk mengintegrasikan filantropi dengan pemberdayaan ekonomi riil yang dijalankan secara serentak di 57 Kantor Cabang di seluruh wilayah Jawa Barat.

Inisiatif MPL bukan sekadar aksi sosial konvensional, melainkan sebuah instrumen sistematis dalam memperkokoh relasi antara korporasi dengan komunitas lokal. Dengan mengorkestrasikan sumber daya di tingkat cabang, PT Pegadaian bertransformasi menjadi katalisator bagi peningkatan kesejahteraan sekaligus stabilitas sosial di area operasional perusahaan, menjadikannya sebuah model kemitraan masyarakat yang berkelanjutan.

Pemimpin PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Eko Supriyanto mengungkapkan, MPL melibatkan 57 Kantor Cabang di bawah naungan Kanwil X Jawa Barat secara serentak, yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan pada hari Jumat di minggu pertama.

“ MPL sudah berjalan 11 bulan, terhitung mulai Februari hingga Desember 2026 sebagai bagian dari rencana strategis jangka panjang.  Penyaluran bantuan natura berupa makanan siap saji atau paket makanan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional,” ungkap Eko, Senin, 24 Agutus 2026.

Menurut Eko, kekuatan utama program MPL terletak pada mesin ekonomi sirkular yang menggerakkannya. PT Pegadaian secara sengaja melibatkan mitra binaan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai pemasok utama paket bantuan makanan.

“Strategi ini menciptakan efek pengganda ( multiplier effect ) yang signifikan; di mana anggaran sosial perusahaan tidak hanya berfungsi sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga menjadi stimulus modal kerja bagi pengusaha kecil di daerah.Melalui keterlibatan UMKM, PT Pegadaian berhasil mengikis stigma "bantuan satu arah" dan menggantinya dengan kolaborasi produktif yang memperkuat rantai pasok lokal,” katanya.

Eko menjelaskan, proses pendistribusian yang dilakukan langsung oleh Insan Pegadaian pun memastikan terjadinya interaksi sosial yang tulus, yang pada gilirannya akan memperkuat posisi tawar perusahaan di mata pemangku kepentingan daerah.

“ MPL adalah manifestasi nyata dari nilai-nilai inti perusahaan. Leadership yang kuat dalam mengawal program ini menjadi bukti bahwa aspek kemanusiaan dan ekonomi kerakyatan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari strategi pertumbuhan korporasi."Program Mengetuk Pintu Langit ini merupakan wujud nyata kepedulian dan ikhtiar berkelanjutan dari PT Pegadaian. 

Melalui kolaborasi dan keterlibatan langsung 57 Kantor Cabang di Jawa Barat, PT Pegadaian berharap semangat berbagi ini tidak hanya meringankan beban sesama, tetapi juga mempererat kebersamaan dan menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui pelibatan UMKM lokal.

Melalui keberlanjutan program "Mengetuk Pintu Langit" hingga akhir 2026, PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat berupaya menciptakan tatanan sosial yang lebih harmonis. Secara strategis, inisiatif ini bertujuan untuk mentransformasi empati menjadi aset  brand equity  yang kuat. Bagi lembaga keuangan seperti Pegadaian, kepercayaan publik adalah modal utama yang harus dirawat melalui pembuktian sosial yang nyata.

 

Integrasi nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab sosial ini diharapkan mampu membangun ikatan emosional yang kuat antara perusahaan dan masyarakat Jawa Barat. Hal ini mempertegas identitas PT Pegadaian bukan sekadar sebagai penyedia jasa keuangan, melainkan sebagai institusi yang peduli dan berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

 

 

Baca Lainnya