Jalur Aman Orang Tua Siswa dalam PPDB 2019
Limawaktu.id - Para calon wali murid SMA di Kota Cimahi memilih jalur aman dalam sistem zonasi yang diterapkan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019.
Hilda (40), salah seorang wali murid atau orang tua siswa mengaku menjadikan SMAN 3 sebagai pilihan pertama untuk anaknya melanjutkan sekolah, karena lokasinya berdekatan dengan rumahnya yakni di sekitar Cibabat, Kota Cimahi.
"Iya karena sekarang pakai jalur zonasi, jalurnya deket antara rumah dengan sekolah, ya amannya yang deket (daftar ke SMAN 3 Cimahi," ujar Hilda saat ditemui disela-sela pendaftaran, Selasa (18/6/2019).
Ia mengaku sudah sejak pukul 06.30 WIB datang ke SMAN 3 Kota Cimahi, Jalan Pesantren untuk mendaftarkan anaknya sekolah. "Iya tadi sih antre lumayan. Tapi gak apa-apa, yang penting anak aman sekolah di sini karena ada jalur zonasi itu," ujar Hilda.
Hal serupa diungkapkan Rini (35), orang tua siswa lainnya. Dirinya mengaku lebih lega dengan adanya sistem zonasi ini, lantaran memang rumahnya berdekatan dengan SMAN 3 Cimahi.
"Iya lebih tenang juga sebetulnya, selain memang sekolah ini favorit anak saya," ucapnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Kota Cimahi, Nelly Krisdiana mengatakan, zonasi masih menjadi prioritas dalam PPDB SMAN tahun ini, meskipun dipadukan dengan Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN).
"Zonasi tetap diprioritaskan. Misal, NHUN lebih kecil tapi jarak antar domisili dengan sekolah dekat, itu tetap jadi priorotas," bebernya.
SMAN 3 Kota Cimahi sendiri menjadi salah satu sekolah yang diserbu para calon siswa dalam PPDB tahun 2019. Hari pertama pendaftaran pada Senin (17/6/2019), antrean sempat terjadi di SMAN 3 hanya untuk sekedar mengambil nomor urut pendaftran.
"Kemarin dari jam 06.00 WIB pagi, pas saya datang ke sini udah pada antre. Padahal, pendaftaran baru dibuka pukul 08.00 WIB," terang Nelly.
Nelly mengungkapkan, pendaftar hari pertama menyentuh angka 400 lebih. Sebab para calon siswa yang mendaftar terlampau banyak, panitia terpaksa membatasinya sampai 300 orang saja untuk hari pertama.
"Dari 300 itu juga yang baru ke input di sistem baru 150. Kalau pagi ini baru 70 lebih," katanya.
Menurutnya, antrean yang terjadi, bahkan sejak subuh dalam PPDB tahun 2019 itu dikarenakan adanya kesalahan menerjemahkan prosedur pendaftaran PPDB. Nelly menggambarkan, ketika siswa atau orang tua siswa berlomba-lomba antre untuk mendapatkan nomor urut lebih awal, dengan asumsi akan selesai lebih cepat.
Padahal, jelasnya, dalam PPDB tahun ini pemberkasan manual maupun diinput ke dalam sistem online harus secara berurutan. Contohnya, ada pendaftar nomor urut 64 yang bersebelahan dengan nomor urut 65, kemudian pendaftar nomor 65 selesai terlebih dahulu.
"Maka itu gak bisa langsung diurus ke nomor urut 66, karena nomor urut 64 harus selesai. Kemarin ada antrean, itu menurut saya karena orang tua salah presepsi" jelas Nelly.
Untuk tahun ajar 2019-2020, SMAN 3 Kota Cimahi hanya menerima 384 siswa, yang akan dipecah ke dalam 12 kelas.