Jumat, 27 April 2018 17:29

Keresahan Warga Kampung Adat Cireunde Melihat Penggundulan Gunung Gajah Langu

Kawasan hutan Gunung Gajah Langu yang di gunduli untuk perumahan. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Sejumlah warga Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi mengaku resah dengan digempurnya area Gunung Gajah Langu untuk dijadikan perumahan.

Pasalnya, dengan digundulinya area seluas 6,3 hektare yang tepat di atas pemukiman warga Kampung Adat Cireundeu itu dikhawatirkan menimbulkan bencana alam. Khususnya longsor.

"Iya takut juga. Kalau hujan susah tidur, takut longsor. Apalagi sekarang gundul," kata Neni (48), salah seorang warga Kampung Adat Cireundeu, Jum'at (27/4/2018).

Meski begitu, kata Neni, ia dan warga lainnya tidak bisa berbuat apa-apa menghadapi alih fungsi lahan tersebut. Pasalnya, lahan itu merupakan lahan pribadi warga dari para leluhurnya.

Namun, ia meminta kepada pihak pengembang proyek perumahan itu untuk memperhatikan dampak dari pembangunan itu. Khususnya soal ruang terbuka hijau.

Pasalnya, kata Neni, pengembangan kawasan hutan menjadi perumahan itu pasti berdampak terhadap pemukiman warga. Di antaranya saluran pembuangan air yang dipastikan akan mengalir ke Kampung Adat Cireundeu.

"Harus ditata dulu apakah mebahayakan masyarakat atau ngga. Jangan sampai membahayakan masyarakat," kata Neni.

Sementara itu, Ais Pangampih Kampung Adat Cireundeu, Abah Widi berharap pengembang bisa mengikuti aturan main di lingkungan Cireundeu. Apalagi, lahan yang digempur merupakan kawasan hutan.

"Jangan semuanya dijadikan pemukiman, sisakah untuk ruang terbuka hijau, sediakan drainase biar tidak mengancam warga dengan potensi longsornya," tuturnya.

Berita Terkait