Jelang Puasa di Cimahi: Harga Daging Ayam Melejit, Pedagang Untung Sedikit
Limawaktu.id - Puncak kenaikan harga daging ayam potong diprediksi bakal terjadi sehari jelang Ramadhan 1440 Hijriyah, atau biasa disebut tradisi munggahan. Termasuk di sejumlah pasar tradisional diKota Cimahi
Pedagang ayam Pasar Atas Baru (PAB) Kota Cimahi, Nunung Nursya'adah (48) menuturkan, sebetulnya kenaikan harga daging ayam sudah terjadi sejak sebulan lalu. Tapi, jelang bulan puasa tahun ini, harga semakin merangkak naik.
"Awalnya itu Rp 33 ribu per kilogram, dan per hari ini (Jumat) harganya udah Rp 37 ribu per kilogram. Munggah (H-1 puasa) diprediksi naik sampai Rp 40 ribu," kata Nunung saat ditemui, Jumat (3/5/2019).
Dikatakannya, kenaikan harga daging ayam itu terbilang hal wajar setiap bulan puasa. Bukan karena stok yang langka, namun memang karena biasanya permintaan kebutuhan meningkat disaat seperti ini.
"Kalau barang banyak, cuma biasa aja ini mau munggah (jelang puasa) jadi naik," ujar Nunung.
Selain peningkatan harga, lanjut Nunung, jumlah ayam yang dijualnya pun akan bertambah. Jika biasanya pedagang hanya menyiapkan 1-1,5 kwintal daging ayam dalam sehari, tapi jelang Ramadhan ini ia menyiapkan hingga 3 kwintal daging ayam.
"Kalau pas munggah biasanya sampai 3 kwintal," ucapnya.
Dikatakan Nunung, naiknya dan jumlah harga daging yang terjual itu tidak selalu menjadikan keuntungan lebih bagi pedagang. Malah yang terjadi sebaliknya, yaitu keuntungan berkurang. Jika hari biasanya ia bisa mendapat keuntungan Rp1.500 dari setiap 1 kilogram, tapi saat seperti sekarang pedagang hanya bisa mengambil keuntungan bersih Rp600 dari setiap kilogram ayam yang dijual.
"Memang dapatnya lebih besar, bisa sampai Rp 5,5 juta, tapi keuntungan bersihnya justru lebih sedikit.
Syifa Nurul Jannah (26), salah seorang pembeli mengatakan, kenaikan harga daging ayam ini sebetulnya sangat memberatkan. Tapi, hal itu dinilainya sangat wajar mengingat sebentar lagi akan memasuki bulan puasa.
"Iya mahal sih, tapi kan memang biasa kalau mau bulan puasa," tuturnya.