Faktor Mental jadi Penyebab Kecelakaan Pelajar di Wilayah Hukum Polres Cimahi
Limawaktu.id - Berdasarkan Analisis dan Evaluasi (Anev) Satlantas Polres Cimahi, usia 50-20 tahun menjadi penyumbang angka kecelakaan yang cukup tinggi di wilayah hukum Polres Cimahi.
Sebab, hingga triwulan kedua tahun 2018 berjalan, Satlantas Polres Cimahi mencatat telah terjadi sekitar 70 kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB), kategori ringan dan berat.
"Hingga triwulan kedua ini, di wilayah hukum Polres Cimahi, ada sekitar 70 kejadian kecelakaan lalulintas, baik yang menyebabkan korban meninggal dunia maupun luka ringan," ungkap KBO Satlantas Polres Cimahi, Iptu Duddy Iskandar, saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Senin (23/7/2018).
Menurut Duddy, ketidakdisiplinan pengendara motor usia pelajar khususnya, lantaran mereka belum matang secara emosi, sehingga seenaknya ketika mengendari motor maupun mobil.
"Secara mental, mereka itu belum matang. Dibuktikan dari mereka belum bisa memiliki SIM, karena persyaratannya saja minimal 17 tahun baru boleh memiliki SIM. Makanya, secara aturan, anak sekolah terutama SMP yang membawa motor itu pelanggaran," katanya.
Dengan banyaknya kasus kecelakaan lalu lintas yang didominasi oleh usia muda terutama anak sekolah ini, Duddy, meminta pihak sekolah agar tegas melarang dan mengawasi kemungkinan siswa melanggar aturan tersebut.
"Kebanyakan siswa atau pelajar ini diam-diam tetap mengendarai motor ke sekolah, tapi diparkirkan di luar sekolah atau jauh dari sekolah biar tidak ketahuan. Masyarakat juga harus berperan tidak menyediakan tempat menitipkan motor bagi pelajar," terangnya.
Secara normatif, Satlantas Polres Cimahi rutin mengunjungi sekolah-sekolah yang ada di wilayah hukum Polres Cimahi untuk mensosialisasikan tertib berlalulintas bagi pelajar.
Namun sadar jika pelajar tak terlalu peduli pada larangan mengendarai motor jika.masih di bawah umur, Duddy menegaskan pihaknya akan mulai mengubah media audien menjadi orangtua siswa melalui komite sekolah.
Sebagai renungan, beberapa waktu lalu, dua pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Saat mengalami kecelakaan tragis, keduanya masing mengenakan seragam lengkap. Kendaraan motor yang digunakan keduanya diduga menyenggol kendaraan box saat dibelokan.