Senin, 2 Agustus 2021 15:36

Sukses Raih Emas di Olimpiade, Bulu Tangkis Ganda Putri Indonesia Akhiri “Kutukan” Perempat Final

Reporter : Wawan Gunawan
Pasangan ganda putri tim bulu tangkis Indonesia, Greysia-Apriani berhasil meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.
Pasangan ganda putri tim bulu tangkis Indonesia, Greysia-Apriani berhasil meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. [antara foto]

Limawaktu.id – Hari ini, Senin (2/8/2021) menjadi hari bersejarah dalam kiprah tim bulu tangkis ganda putri Indonesia di kancah Olimpiade.

Setelah hampir 30 tahun cabang bulu tangkis dipertandingkan, untuk pertama kalinya tim ganda putri Indonesia yang diwakili pasangan Greysia-Apriani berhasil menyabet medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Sejak cabang bulu tangkis dipertandingkan pertama kali pada 1992 di Barcelona, Spanyol, tim bulu tangkis Indonesia selalu berhasil merebut medali emas di semua nomor, kecuali ganda putri.

Melansir dari Bisnis.com, prestasi tertinggi yang berhasil diraih nomor ganda putri adalah mencapai perempat final pada gelaran tersebut.

Prestasi itu diukir oleh pasangan Finarsih-Lili Tampi, yang pada partai tersebut ditaklukkan oleh pasangan asal Korea Selatan Gil Young-ah dan Sim Eun-jung.

Di Olimpiade 1996, tim ganda putri Indonesia kembali terhenti di babak perempat final. Kala itu, pasangan Eliza-Resiana dihentikan oleh tim asal Tiongkok yang diwakili Ge Fei-Gu Jun.

Posisi akhir di perempat final kembali terulang di Olimpiade 2000 di Sidney. Pasangan asal Tiongkok tersebut kembali mengalahkan tim ganda putri Indonesia yang diwakili Etty Tantri-Cynthia Tuwankotta.

Terakhir, pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil, babak perempat final menjadi akhir perjalanan duet Nitya Krishinda Maheswari-Greysia Polii yang kalah dari wakil Tiongkok Tang Yuanting-Yu Yang.

Tim bulu tangkis ganda putri Indonesia sempat mengalami fase yang lebih buruk, di mana pada Olimpiade 2004 pasangan Jo Novita-Lina Nurlita yang takluk oleh wakil Tiongkok Yang Wei-Zhang Jie Wei di putaran kedua, setelah bermain rubber game.

Pada olimpiade berikutnya yang berlangsung di Beijing, Tiongkok, pasangan Liliyana Natsir-Vita Marissa tersungkur di putaran pertama, takluk dari Yang Wei-Zhang Jie Wei.

Catatan terkelam terjadi di Olimpiade London 2012, di mana pasangan Meiliana Jauhari-Greysia Polii yang sudah lolos ke perempat final didiskualifikasi karena dianggap sengaja mengatur hasil akhir babak penyisihan grup bersama dua tim asal Korea Selatan dan satu tim dari Tiongkok.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer