Minggu, 15 Oktober 2017 14:59

Stadion Sangkuriang Cimahi Butuh Kasih Sayang

Ditulis Oleh Muhammad Ankawijaya
Stadion Sangkuriang Cimahi yang sudah berumur lebih dari 40 tahun, butuh perhatian serius dari pemerintah Kota Cimahi.
Stadion Sangkuriang Cimahi yang sudah berumur lebih dari 40 tahun, butuh perhatian serius dari pemerintah Kota Cimahi. [Foto: Anka]

Limawaktu.id, - Saat ini sebuah kompetisi sepakbola internal Askot PSSI Cimahi tengah berlangsung di Stadion Sangkuriang Cimahi. Sebanyak 20 klub yang dibagi kedalam divisi utama dan divisi I mengikuti kompetisi ini. Kompetisi sendiri rencananya akan berakhir pada tanggal 24 Oktober 2017.

Namun, ada pemandangan yang tidak menyedapkan disana. Kondisi stadion Sangkuriang yang digunakan dalam kompetisi sudah sangat mengkhawatirkan. Kondisi lapangan stadion yang sudah berumur lebih dari 40 tahun ini sudah sangat tidak layak digunakan.

Stadion Sangkuriang

Sebagian besar lapangan stadion sudah tidak memiliki rumput dan hanya berupa tanah liat dengan ketinggian tanah yang tidak merata. Akibatnya, pemain yang berlaga tidak mampu memaksimalkan kemampuan mereka karena terkadang arah bola melenceng dari perkiraan.
Jika hujan deras mengguyur stadion, kondisi lapangan akan semakin buruk. Air hujan akan menggenangi area tanah yang tak berumput. Hal ini mengakibatkan aliran bola terhambat dan pergerakan pemainpun menjadi berat. Dalam laga antara Porkaba melawan Putra Panji, beberap hari lalu, wasit pun menghentikan laga akibat kondisi buruk ini.

Di bagian tribun penonton pun, kondisi mengkhawatirkan sangat terlihat jelas. Tribun dipenuhi oleh tanah dan sampah, yang mengisyaratkan bahwa tribun penonton sudah sangat lama tidak mendapat perawatan. “Sayang kondisi stadion tidak layak untuk penonton yang datang,” ucap Asep, penonton asal Cipageran.

Stadion Sangkuriang

Yang paling mengkhawatirkan adalah beberapa ruangan yang ada di stadion, seperti ruang ganti pemain dan ruang perangkat pertandingan. Bukannya digunakan sebagai ruangan yang produktif, malah menjadi ruangan lapuk tak terurus dan layak disebut sebagai kamar berhantu.

Selain kondisi di atas, warga sekitar pun menuturkan jika stadion sangkuriang yang pernah menggelar laga-laga penting, saat jadi base camp tim Persikab Kab. Bandung di Liga Indonesia era 1995-2000 ini, di malam hari kerap dijadikan tempat praktek mesum yang dilakukan orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Jony Walker selaku ketua panitia kompetisi Askot PSSI kota Cimahi menyayangkan kondisi.
Jony menyampaikan bahwa adanya keterbatasan anggaran menjadi salah satu penyebab kondisi stadion yang tidak terurus dengan benar. Jony pun menyayangkan adanya kegiatan selain sepak bola yang sering dilakukan di stadion Sangkuriang, seperti konser musik dan ayang akan semakin merusak kondisi lapangan pertandingan.

“Kalau bisa, tidak digunakan untuk hiburan. Lebih baik khusus digunakan untuk sepak bola saja” ucap Jony.

Namun Jony tidak tahu siapa yang paling bertanggung jawab terhadap kondisi buruk stadion sangkuriang. Yang pasti pihak Askot PSSI Cimahi tidak memiliki wewenang atau kebijakan terhadap stadion ini. (anka)*