Sabtu, 2 Juni 2018 23:44

Sejarah Singkat Vira Prakasa Yudha Sawa Dojo Hingga Asa Menggapai Kejuaraan Karate Dunia

Reporter : Fery Bangkit 
Presiden Kushin Karate-Do, Souke Horyu Matsizaki dan Kasubdis Binor Disjasad Kol. Inf Aminudin serta Para Tamu Undangan Berfoto Bersama dalam Acara Buka Bersama di Harris Hotel, Jalan Cimbuleuit, Sabtu (2/6/2018).
Presiden Kushin Karate-Do, Souke Horyu Matsizaki dan Kasubdis Binor Disjasad Kol. Inf Aminudin serta Para Tamu Undangan Berfoto Bersama dalam Acara Buka Bersama di Harris Hotel, Jalan Cimbuleuit, Sabtu (2/6/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Sekitar 250 bibit-bibit unggul Vira Prakasa Yudha Sawa dojo siap mengguncang karate dunia.

Namun, untuk mencapai kejuaraan dunia, para siswa tentunya harus melalui proses latihan, kerja keras dan disiplin.

Menilik pada sejarah, Vira Prakasa Yudha Sawa Dojo secara resmi berdiri pada 16 Desember 2017. Awalnya, tahun 2015 silam, seorang guru karate asal Jepang, Sawanori Matsuzaki berkunjung ke Disjasad dan bertemu Kadisjasad saat itu, Brigjen tni Agus Rohman.

Saat itu, poin yang jadi pembahasan adalah personel TNI AD akan diasramakan di Disjasad dan akan dilatih langsung oleh Sawanori Matsuzaki. Selang dua tahun berjalan kegiatan pelatihan karate, Brigjen TNI Agus Rohman menganggap perlu adanya Dojo tempat latihan dan kepengurusan Karate di Disjasad.

Maka, dibentuk dan didaftarkanlah 'Vira Prakasa Yudha Disjasad' kepada KKI Pengurus Provinsi Jawa Barat Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia.

Setelah resmi berdiri, maka Vira Prakasa Yudha Sawa Dojo pun membuka pintu bagi siswa umum untuk berlatih. Bahkan, ada puluhan anak yatim yang diikut sertakan secara gratis.

Setelah berjalan, berbagai prestasi pun telah diraih para siswa baik di tingkat Jawa Barat. Hal itu tentunya merupakan perkembangan yang luar biasa.

Bahkan, sekelas Presiden Kushin Ryu Karate-Do, Souke Horyu Matsuzaki pun memuji bahwa anak Indonesia memiliki potensi yang bagus dalam Karate. Menurutnya, bakat itu sudah ada sejak dulu.

"Indonesia kepintarannya udah dari Nenek Moyang. Orang Indonesia harapannya ada (untuk) juara," katanya dalam acara Buka Bersama di Harris Hotel, Jalan Cimbuleuit, Sabtu (2/6/2018).

Dengan bakat-bakat yang dimiliki para siswa, maka harapan untuk mengikuti kejuaraan dunia, seperti ajang Olimpiade dan menjadi juara pun akan terus ditanamkan.

Untuk menggapainya, Sensei Sawanori Matsuzaki mengatakan, perlu kedisiplinan dan kerja keras. Target masuk kejuaraan dunia akan terus dikejarnya.

"Kalau mau jadi juara dunia itu harus disiplin," katanya.

Sosok Sensei Sawanori Matsuzaki sendiri merupakan atlet yang pernah menjadi juara karate dunia sebanyak lima kali. Maka tak heran bila asa mengikuti kejuaraan dunia pun semakin menginspirasi para siswa Vira Prakasa Yudha Sawa Dojo.

Namun, untuk menggapai itu semua, tak hanya latihan teknik yang dikedepankan. Namun, disiplin dan saling menyayangi antar sesama pun terus ditumbuhkan pada siswa.

Hal itu dilakukan untuk menghindarkan para siswa dari rasa sombong. "Kita bukan kejar cuma atlet jadi, tapi untuk membentuk manusia (penyayang)," katanya.

Kasubdis Binor Kolonel Inf Aminudin pun ikut buka suara perihal keberadaan Vira Prakasa Yudha Sawa Dojo. Dikatakannya, memang dibentuknya arena latihan bukan hanya untuk prajurit TNI saja. Melainkan untuk mengembangkan dan memupuk bakat Karate masyarakat umum.

"Kita bukan hanya untuk prajurit, kita kembangkan juga untuk masyarakat, untuk di Jawa Barat. Kita juga menampung anak yatim piatu," ujarnya.

Baca Lainnya