PSKC Cimahi
PSKC Cimahi [Fery Bangkit]
Olahraga

PSKC Mentas di Liga 2 Tahun Depan, Mau Main di Lapang Mana?

Limawaktu.id - PSKC Cimahi dipastikan menjadi peserta Liga 2 Indonesia tahun 2020. Kepastian itu didapat setelah tim kebanggaan Kota Cimahi itu masuk final Liga 3 Nasional meski harus mengakui keunggulan Persijap Jepara di laga pamungkas.

Namun untuk mentas di kasta kedua Liga Indonesia itu, tentunya Laskar Sangkuriang butuh stadion yang laik dan memenuhi persyaratan dari PT Liga Indonesia. Kemudian yang jadi pertanyaan, dimanakah PSKC akan berkandang tahun depan?

Sekretaris Umum PSKC Cimahi, Rahmat Hidayat mengungkapkan, awalnya PSKC menggantungkan harapannya bisa berkandang di Stadion Sangkuriang. Namun sepertinya harus kandas mengingat renovasi total yang dicanangkan Pemkot Cimahi selalu batal. Termasuk tahun depan.

"Kita kemarin cukup berbesar hati dengan adanya rencana renovasi dari wali kota (Ajay M Priatna) tapi saya denger belum bisa direalisasikan," katanya saat dihubungi, Senin (30/12/2019).

Seperti diketahui, stadion bersejarah yang diresmikan 28 Agustus 1974 dengan kapasitas penonton hingga 12 ribu itu sangat tidak laik untuk dijadikan venue pertandingan sekelas liga 2.

Sebab, kondisi dari mulai loket tiket, pintu masuk, papan skor, tribun penonton hingga lapangan kualitasnya sudah sangat buruk karena memang sampai saat ini belum tersentuh pemeliharaan.

"Kita juga liat kondisi Stadion Sangkuriang yang sekarang tidak laik untuk dipake standar liga," ujar Rahmat.

Rahmat mengatakan, ia dan Ketua Umum PSKC Cimahi sempat meminta kepada Pemkot Cimahi melalui Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga (Disbudpora) agar pihaknya bisa mengelola Stadion Sangkuriang.

Pihaknya akan merenovasi stadion tersebut meski tidak akan semegah dalam rancangan Detail Engineering Design (DED) Pemkot Cimahi. Pihaknya baru akan merenovasi agar setidaknya lapangan itu bisa digunakan PSKC untuk menjadi home base.

 kondisi Stadion Sangkuriang yang memprihatinkan

"Tadinya kalau sekarang udah ada jawaban iya mungkin diawal Januari kita sudah mulai rehab lapangnya. Cuma sampai sekarang belum ada jawaban yang pasti kepada kita," jelas Rahmat.

Untuk opsi selanjutnya, terang Rahmat, manajemen PSKC Cimahi saat ini tengah menyelesaikan pembangunan lapangan sintetis di Gunung Bohong, Padasuka, Kota Cimahi. Hanya saja untuk standar Liga 2 itu, terang dia, harus dilengkapi dengan stadion dan pagar pembatas.

"Mungkin kita akan tambahkan (tribun dan pembatas) itu kalau misalkan Sangkuriang belum bisa direnovasi atau pengelolannya tidak diserahkan ke kita," tuturnya.

Hanya yang menjadi permasalahan, ungkap Rahmat, apakah lapang berbahan rumput sintetis diperbolehkan atau tidak untuk liga kompetisi nanti. "Kita akan maksimalkan di Gunung Bohong. Cuma apakah rumput sintetis bisa dipakai liga gak? kita juga lagi konfirmasi dengan PSSI," ungkapnya.

Jika kedua Stadion Sangkuriang tidak bisa digunakan, sementara lapang sintetis di Gunung Bohong tidak memenuhi syarat, lanjut Rahmat, kemungkinan PSKC akan menjadi 'tim musafir' seperti saat menjadi tuan rumah Liga 3 Indonesia.

Tim besutan Robby Darwis itu memang kerap berlaga di luar Kota Cimahi tahun ini karena ketiadaan stadion yang laik di Kota Cimahi. Salah satunya di Stadion Siliwangi, Kota Bandung.

"Mungkin di Siliwangi. Tapi ada informasi bahwa tahun ini Siliwangi pun akan direnovasi. Bisa ke Arcamanik atau ke kota lain yang siap untuk home base kita," sebutnya.

Pihaknya tetap berharap PSKC bisa tetap berkandang di Kota Cimahi ketika menjamu para tamunya di Liga 2 Indonesia yang kemungkinan akan berlangsung April atau Mei 2020.

"Kita berharap untuk menghadapi liga 2 tahun depan bisa bermain di Cimahi. Saya juga berharap support dari pemkot untuk penyediaan sarana nya untuk kita bisa ber-home base di Cimahi," pungkas Rahmat. 

Baca Lainnya