Senin, 6 Agustus 2018 14:06

Protes Potong Bonus, Atlet Paralimpic Jalan Kaki dari Bandung-Jakarta

Reporter : Fery Bangkit 
Protes para atlet dilakukan dengan berjalan kaki dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Gedebage, Kota Bandung menuju Jakarta.
Protes para atlet dilakukan dengan berjalan kaki dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Gedebage, Kota Bandung menuju Jakarta. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Enam atlet paralimpic peraih medali emas di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016 kembali melanjutkan perjalanan ke Stadion Gelora Bung Karno.

Tujuan untuk mengembalikan medali sebagai bentuk Protes terkatung-katungnya penyelesaian kasus karena menolak memberikan Setoran kepada National Paralimpic Committee of Indonesia (NPCI) Pusat dan NPCI Jabar.

Protes para atlet dilakukan dengan berjalan kaki dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Gedebage, Kota Bandung menuju Jakarta.

Mereka dilepas Ketua Paguyuban Pasundan Didi Turmudi dari GBLA pada Sabtu, 4 Agustus 2018 pukul 10.00 WIB. Mereka diprediksi tiba di Stadion GBK Jakarta, Selasa 7 Agustus 2018.

Para atlet bersama pendamping tiba di gedung DPRD Kota Cimahi pukul 21.00 WIB dan diterima oleh Ketua DPRD Kota Cimahi, Ahmad Gunawan. Mereka menginap semalam di Kota Cimahi. Setelah persiapan, mereka melanjutkan perjalanan dari lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dan bergerak menuju Purwakarta.

Salah satu atlet judo peraih emas, Junaedi (22) mengatakan, para atlet ini sangat menyayangkan sikap dari NPCI yang meminta setoran dari bonus medali. Mereka berharap sistem setoran dari atlet untuk mengurus benar-benar diubah.

"Harapan kami benar-benar sistemnya diubah dari NPCI dan rezim sekarang harus turun karena berkuasa sampai 20 tahun. Karena enggak setor bonus medali karir kami di blacklist, malah kami tidak bisa main pada laga tingkat daerah, nasional, maupun internasional. Secara pasti, karir kami dibunuh," ujarnya.

Menurut Junaedi, saat Peparnas Pemprov Jabar menjanjikan bonus bagi para atlet disabilitas asal Jawa Barar yang mampu memberikan medali emas, perak, dan perunggu. Namun saat menerima bonus, nominal yang diterima mereka berbeda dengan apa yang dijanjikan.  Selain itu, kata dia, NPCI meminta kontribusi 25 persen dari bonus yang diberikan pemerintah.

"Bonus Peparnas yang dijanjikan Gubernur Jabar Pak Ahmad Heryawan saat penyelenggaraan senilai Rp 275 juta. Yang diterima Rp 230 juta. Dan dipotong NPCI langsung harus setor 25% sekitar Rp 55 juta," bebernya.

Di Stadion GBK, para atlet peraih medali emas itu akan berorasi memprotes tindak kesewenangan tersebut protes terhadap kematian karier mereka sebagai atlet berprestasi. NPCI dinilai merenggut harapan para atlet disabilitas untuk bisa berlaga pada ajang Asian Games 2018.

"Karena tidak mau setor, saya tidak bisa lagi ikutan kejuaraan.harusnya bisa ikut Sea Games kemarin di Malaysia," tandasnya.

Baca Lainnya