Limawaktu.id,- Tunggal Putra Indonesia Anthony Ginting mencatat sejarah di ajang olahraga sejagat, Olimpiade Tokyo 2020. Betapa tidak selama 17 tahun helatan akbar Olimpiade, baru kali ini tunggal putra Indonesia bisa melaju kembali ke babak semifinal setelah Taufik Hidayat dan Sonu Dwi Kuncoro . Setelah keberhasilan Greysia Polli dan Apriyani Rahayu melaju ke final badminton Olimpiade Tokyo, Anthony Ginting ikut mencatat sejarah.
Langkah Anthony Ginting ke babak semifinal disambut gembira warganet di Twitter. Banyak dari warganet mengucapkan selamat dan harapannya atas kemenangan Ginting kali ini. Tidak sedikit pula warganet mendoakan agar ia bisa meraih medali emas di Olimpiade kali ini.
Pria kelahiran Cimahi itu menang dengan rubber game, 21-18, 15-21, dan 21-18. Atas kemenangan itu, nantinya Ginting akan melawan pemenang laga antara wakil China, Chen Long atau wakil asal China Taipei, Chou Tien Chen.
Berhasil menang dengan laga yang cukup ketat, Ginting bersyukur dirinya dapat bermain baik hari ini dan tanpa ada cedera. Dia menilai kunci dari penampilannya hari ini ada di laga penentuan.
“Pada poin kritis saya berusaha keras untuk menyerang. Jadi saya pikir itu sebab kenapa saya menang banyak poin,” ujar Ginting usai laga seperti dilansir dari website BWF, dikutip Ayo Jakarta.com, Sabtu 21 Juli 2021.
Dia mengungkap, ketika Anders mulai memimpin poin, Ginting mencoba taktik dan pola main baru. Dia menerapkan pola menyerang lebih banyak kepada lawannya itu. “Saya tidak terlalu banyak mengangkat bola,” jelasnya.
Di laga semifinal, Ginting mencoba belajar dari apa yang terjadi di laga hari ini dimana dia merasa gugup karena jarak poin dengan lawan yang begitu dekat.
“Saya tidak memikirkan apapun, saya fokus pada apa yang terjadi di lapangan. Saya berusaha menikmati setiap momen di lapangan dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.