Limawaktu.id - Sejak meraih medali emas Asian Games 2018 cabang Pencak Silat, nama Hanifan Yudani Kusumah menjadi perbincangan publik.
Atlet yang masih mengenyam pendidikan di STKIP Pasundan Cimahi itu berhasil mengalahkan atlet asal Vietnam, Nyuyen Thai Linh pada babak final nomor kelas C putra 55-60 kg.
Pelatih Hanifan, Ika Lesmana membongkar rahasia Hanifan soal kemampuannya dalam olah raga silat. Menurut Ika, bakat pencak silat memang sudah mendarah daging dalam diri Hanifan lantaran kedua orang tuanya memang mantan atlet pencak silat.
"Selain ada turunan juga, saya cenderung ada garis juara dalam diri Hanifan," kata Ika saat ditemui usai menghadiri penyambutan dan pemberian penghargaan bagi para atlet Asian Games 2018 di STKIP Pasundan Cimahi, Jln. Permana, Selasa (4/9/2018).
Menurut Ika, teknik yang dimiliki Hanifan dalam pecak silat terbilang lengkap. Namun, yang menjadi senjata ampuh dari dia adalah tendangan lurusnya yang belum tentu dimiliki pesilat lain.
"Dia punya gerakan tiba-tiba yang susah diantisipasi," katanya.
Ika menjadi pelatih Hanifan sejak SMP atau usia 14 tahun. Sejak menangani atlet asal Soreang, Kabupaten Bandung itu, perkembangan Hanifan cukup signifikan. Titisan juara sudah ada dalam dirinya.
"Jadi beda melatih turunan juara itu. Bakatnya besar," ucapnya.
Dikatakannya, tugas ia selanjutnya adalah bagaimana mempertahankan prestasi para atlet pencak silat. Termasuk Hanifan. Sebab, mempertahankan prestasi akan lebih banyak tantangannya, khususnya soal mental.
"Kita jaga terus, kita ingatkan," tandasnya.