Kamis, 22 Februari 2018 13:32

Minim Fasilitas, Dua Cabor Popkot Cimahi 2018 Numpang ke Wilayah Tetangga

Reporter : Fery Bangkit 
Pekan Olahraga Pelajar Kota (Popkot) Cimahi 2018 resmi dimulai sejak 21 Februari.
Pekan Olahraga Pelajar Kota (Popkot) Cimahi 2018 resmi dimulai sejak 21 Februari. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Pekan Olahraga Pelajar Kota (Popkot) Cimahi 2018 resmi dimulai sejak 21 Februari, dan akan berakhir 25 Februari 2018.

Ada sembilan Cabang Olahraga (Cabor)  yang akan dipertandingkan dalam gelaran olahraga yang antar pelajar itu. Yakni, cabang atletik, bola voli pasir, tinju, tarung derajat, gulat, judo, karate, renang dan dayung.

Namun, tiga Cabor, yakni dayung, gulat dan tinju terpaksa harus dilaksanakan di luar wilayah Kota Cimahi. Untuk dayung akan dilaksanakan di Situ Ciburuy, Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan gulat dan tinju dilaksanakan di Gor Padjajaran, Kota Bandung.

Tercatat ada sekitar 300 pelajar SD, SMP hingga SMA/SMK yang berpartisipasi dalam Popkot Cimahi 2018.

Perihal fasilitas, Sekretaris Daerah Kota Cimahi Muhammad Yani mengakui, fasilitas olahraga di Kota Cimahi belum memadai, bahkan terkesan kurang. Jadi, untuk sementara ini, untuk kegiatan olahraga, seperti Popkot masih menggunakan fasilitas milik instansi lain, seperti milik TNI.

"Idealnya kita membangun sendiri semacam sport terpadu. Tapi, sepanjang belum diwujudkan, kita memanfaatkan fasilitas Disjas (milik TNI)," ujarnya Disjas TNI AD, Jalan HMS Mintaredja, Cimahi, Kamis (22/2/2018).

Sementara itu, satu-satunya fasilitas olahraga milik Kota Cimahi, yakni Gor Sangkuriang fasilitasnya belum memadai. Rencananya, jika pengelolaan sudah dialihkan ke Pemerintah Kota Cimahi, pihaknya akan merenovasi kawasan olahraga Sangkuriang. Namun sepertinya tidak dalam waktu dekat ini.

"Itu menjadi agenda kita (perbaikan Sangkuriang). Di antaranya bagaimana kita mewujudkan pusat seni, kebudayaan dan olahraga. Salah satunya Sanfkuriang," kata Yani.

Perihal Popkot 2018, Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Disbudparpora Kota Cimahi, Nanang, mengatakan, tujuan digelarnya Popkot tersebut untuk menjaring para atlet di usia muda khususnya tingkat pelajar.

"Dimana kita menggali bibit berprestasi, khususnya dibeberapa cabang olahraga," ucapnya.

Disinggung mengapa hanya sembilan cabor saja yang dipertandingkan, ia menjelaskan, karena dari sembilan cabor ini adalah yang tidak lolos Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Derah (Porda) tingkat Jawa Barat.

"Jadi gelaran ini sebagai ajang menggali potensi atlet di Kota Cimahi. Agar kedepannya dalam setiap pertandingan tingkat nasional bisa diikitu," terangnya.

Dengan digelarnya Popkot ini, tambah dia, diharapkan para atlet menjunjung tinggi sportivitas. Selain itu, kejuaraan ini juga dapat menjadi langkah yang baik untuk mencegah terjadinya hal-hal negatif seperti narkoba maupun kenakalan remaja lainnya.

"Kami minta dukungannya dari semua pihak, agar kejuaraan ini terselenggara dengan lancar," pungkasnya.

Baca Lainnya