Jumat, 24 Agustus 2018 11:10

Masakan Khas Sunda Kurang Disukai Official dan Wasit Asian Games 2018 di Lembang, Bandung Barat

Reporter : Fery Bangkit 
Pelayanan dan Penjagaan Maksimal di Putri Gunung Hotel Lembang, Bandung Barat untuk Tamu Asian Games 2018
Pelayanan dan Penjagaan Maksimal di Putri Gunung Hotel Lembang, Bandung Barat untuk Tamu Asian Games 2018 [Fery Bangkit/limawaktuid]

Limawaktu.id, - Pelayanan terbaik dan maksimal diberikan manajemen Puteri Gunung Hotel, Lembang, Bandung Barat terhadap tamu khusus Asian Games 2018.

Semua aspek pelayanan, mulai dari segi makanan, standar pelayanan kamar, hingga pengamanan ekstra juga diberikan untuk kelancaran pesta olahraga empat tahunan ini.

Baca Juga : Vanya Shinta Semangati Atlet Indonesia di Asian Games Lewat Lagu

Mayoritas tamu yang menginap di Puteri Gunung Hotel adalah tim oficial dan wasit dari delapan negara seperti India, Filipina, Cina, Malaysia, Jepang, Kanada, Australia dan New Zealand yang berasal dari cabang olah raga balap sepeda kelas road race dan mountain bike yang diselenggarakan di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Puteri Gunung Hotel, Lembang

Human Resources Development Puteri Gunung Hotel, menjelaskan, kemudahan akses dari tempat penginapan ke venue pertandingan cabang olahraga balap sepeda menjadi salah satu alasan penyelenggara Asian Games 2018 menempatkan puluhan tamu asing ini tinggal sementara di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga : Tetesan Air Mata dan Firasat Kedua Orang Tua Anthony Sinisuka Ginting Lihat Anaknya Cidera

"Setahun lalu, INASGOC (panitia Asian Games) menunjuk hotel berbintang 4 ini sebagai lokasi penginapan untuk 34 orang oficial dan wasit dari negara asing dengan 24 kamar. Sedangkan untuk atlet, tidak menginap di sini," kata Riswanti, Jum'at (24/8/2018).

Meski hanya ditempati oficial dan wasit, namun pengamanan hingga sajian makanan untuk tamu luar negeri ini wajib standar internasional. Menurut Riswanti, untuk menjamin asupan makanan bergizi, setiap sajian makanan langsung dicek oleh ahli nutrisi dibantu petugas dari Dinas Kesehatan setempat.

"Makanan yang disajikan, kebanyakan adalah masakan internasional seperti sandwich, pasta dan salad. Kalau masakan Indonesia jarang, kami pernah membuat lotek khas sunda dan gado-gado tapi kurang disukai tamu luar negeri," bebernya.

Dia mengatakan, para tamu asing mendapat jatah tiga kali makan, khusus makan siang, langsung diantarkan ke venue pertandingan di Subang. Untuk menjamin keamaman di perjalanan dan agar tiba tepat waktu, pengantaran makanan ini langsung dikawal pihak kepolisian.

"Semuanya mengikuti panduan standar nutrisi untuk atlet, setiap makanan yang disajikan turut menyertakan informasi nilai gizi (nutrition fact). Selama tinggal di sini, mereka tidak rewel dengan makanan yang kami berikan," ungkapnya.

Tak hanya dari segi makanan, standar pelayanan keamanan juga menjadi perhatian. Riswanti mengatakan, ada sejumlah anggota polisi, intelejen hingga tim jihandak bom yang siap selama 24 jam.

"Kalau untuk keamanan, semuanya diserahkan pada pihak berwajib, kita hanya melaksanakan permintaan seperti pemasangan CCTV di restoran atau lobi sesuai anjuran kepolisian, karena CCTV itu langsung dimonitor di pusat. Sebelum tamu asing tiba pada 16 Agustus lalu, juga dilakukan penyisiran area oleh tim jihandak Polri," lanjutnya.

Pihaknya berharap, setelah gelaran Asian Games 2018 berakhir, kunjungan wisatawan khususnya dari mancanegara bisa lebih meningkat. Dengan pemberian pelayanan dan jaminan keamanan kepada tamu asing selama pesta olahraga se-Asia, menjadi bukti bahwa Indonesia aman dikunjungi wisatawan luar negeri.

"Mudah-mudahan, Asian Games 2018 menjadi tonggak peningkatan sektor pariwisata, khususnya di perhotelan," tandasnya.

Baca Lainnya