Limawaktu.id - Meski mengaku nyaman sebagai pemain gelandang bertahan, tetapi Gelandang muda PERSIB Syafril Lestaluhu tak menutup dirinya untuk ditempatkan pelatih di posisi manapaun.
"Saya merasa nyaman bermain sebagai seorang gelandang bertahan. Tapi akan terus beradapatasi bila pelatih memasang di posisi atau peran lain dalam tim," kata mantan pemain terbaik Liga 1 U-19 saat bergabung dengan Persib U-19.
Sekarang, Lesta sudah bergabung dengan Tim senior Persib. Sejak dulu dia bermain di posisi gelandang bertahan. Lesta siap bekerja keras dan belajar dari para seniornya agar menjadi lebih baik. “Mereka sudah berpengalaman jadi saya harus belajar banyak dari mereka,” katanya,
Namun meski sudah bergabung dengan para seniornya di klub Maung bandung, dia tak ingin cepat puas dengan apa yang telah dicapainya sejauh ini. Sebab masih banyak mimpinya yang belum terwujud. Walaupun ia kini sudah mendapat kepercayaan bergabung dengan tim senior.
"Saya bertekad terus memperbaiki dan meningkatkan kemampuan demi meraih prestasi bersama Maung Bandung ," ujarnya.
Dia mengaku, pada tahun ini banyak sekali kebahagiaan. Pertama. bisa juara bersama PERSIB U-19 dan (menjadi) pemain terbaik, kedua, dia bisa bergabung bersama PERSIB.
" Masih banyak mimpi saya di depan. Saya harus kerja keras," ungkapnya.
Dia bermimpi bisa bermain untuk Tim Nasional. Sebelumnya, Lesta sempat ikut seleksi bersama tim asuhan Indra Sjafri, namun tak lolos seleksi untuk kejuaraan Piala AFF U-22 Februari ini di Kamboja. "Kegagalan tak lolos seleksi timnas membuat saya tak bisa cepat puas.. Saya harus banyak belajar lagi," ungkapnya.
Pemain asal Tulehu itu sukses membawa PERSIB U-19 menjadi juara Liga 1 U-19 dan dinobatkan sebagai pemain terbaik. Atas prestasinya, di awal 2019 ini Lesta mendapat promosi dan bergabung bersama tim senior di bawah asuhan Miljan Radovic.(persib)