Selasa, 4 September 2018 14:30

Komentari Selebrasi Hanifan, Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan 'Sentil' Elit Politik

Reporter : Fery Bangkit 
Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi (baju batik) Tengah Mengakungkan Bunga Kepada Peraih Medali Emas Asian Games 2018, Hanifan Yudani Kusumah di Kampus STKIP Pasundan Cimahi, Jln. Permana, Selasa (4/9/2018)
Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi (baju batik) Tengah Mengakungkan Bunga Kepada Peraih Medali Emas Asian Games 2018, Hanifan Yudani Kusumah di Kampus STKIP Pasundan Cimahi, Jln. Permana, Selasa (4/9/2018) [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi menilai, suhu kebangsaan saat ini sangat tidak kondusif. Apalagi, menjelang Pilpres 2019.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri penyambutan dan pemberian penghargaan kepada para atlet Asian Games 2018 di kampus STKIP Pasundan Cimahi, Jln. Permana, Selasa (4/9/2018).

Baca Juga : Cerita Keluarga Hanifan Soal Prestasinya di Ajang Asian Games 2018

"Saya merasa suasana, situasi politik memang kurang enak," kata Didi.

Pernyataan itu dilontarkan Didi usai menanggapi aksi peraih medali emas Asian Games 2018 cabang pencak silat, Hanifan Yudani Kusumah yang merangkul dua calon Presiden RI pada Pilpres 2019, Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Baca Juga : Mahasiswanya Raih Emas Asian Games 2018, STKIP Pasundan Cimahi akan Berikan Penghargaan Besok

Hanifan sendiri merupakan salah satu mahasiswa semester 3 STKIP Pasundan Cimahi yang berprestasi di ajang Benua Asia itu. Aksi selebrasinya merangkul Jokowi dan Prabowo membuat banyak orang kagum. Termasuk orang nomor satu di Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi.

Dikatakan Didi, jelang pesta demokrasi lima tahunan ini, antar elit pejabat maupun politik sudah memunculkan konflik dan saling menyerang. Padahal, kondisi tersebut menurutnya bukan ciri Indonesia.

Baca Juga : Raih Medali Emas Asian Games 2018, STKIP Pasundan Cimahi Gratiskan Kuliah Hanifan Cs

"Mulai saling menyerang, mulai saling mencampakan. Ini adalah situasi kurang menguntungkan bagi bangsa," tutur Didi.

Untuk itu, lanjut Didi, aksi selebrasi Hanifan usai meraih medali emas merupakan bentuk penyadaran bagi elit politik dan pemimpin bangsa bahwa Olahraga itu bisa menyatukan perbedaan dan perselisihan.

"Itu pembelajaran yang mengharukan. Saya tidak pernah membayangkan (Hanifan). Itu spontanitas," tandasnya.

Sementara itu, Hanifan mengakui, aksinya merangkul Jokowi-Prabowo secara bersamaan sama sekali tidak direncanakan sebelumnya. Ia hanya berpikir, meski keduanya lawan politik pada Pilpres 2014 dan 2019, tapi tetap harus mengedepankan persatuan bangsa.

"Yang pasti itu spontan saja. Sebuah kebahagiaan," ucapnya.

Baca Lainnya