Senin, 16 Oktober 2017 11:05

Ini Penyebab Medis Meninggalnya Choirul Huda Kiper Persela

Choirul Huda Kiper Persela
Choirul Huda Kiper Persela [Foto: Net/Ist]

Limawaktu.id, - Meninggalnya Choirul Huda penjaga gawang persela Lamongan diduga karena trauma benturan dengan sesama pemain, sehingga terjadi henti nafas dan henti jantung.

Spesialis Anastesi (Kepala unit Instalasi Gawat Darurat RSUD dr Soegiri Lamongan)  Yudistiro Andri Nugroho, terkait meninggalnya Choirul Huda penjaga gawang Persela Lamongan menyebutkan, oleh teman-teman medis di Stadion sudah dilakukan penanganan pembebasan jalan nafas dengan bantuan nafas. Kemudian dirujuk ke UGD RSUD dr Soegiri.

“Di ambulance juga ditangani secara medis untuk bantuan nafas maupun untuk penanganan henti jantung. Sesampainya di UGD segera ditangani. Kita lakukan pemasangan alat bantu nafas yang sifatnya permanen,” sebutnya.

Tak hanya itu di RSUD dr. Soegiri dilakukan inkubasi dengan memasang alat semacam pipa nafas. Itu yang menjamin oksigen bisa 100 persen masuk ke paru-paru. Dengan  harap bisa melakukan pompa otak sama jantung. Sempat ada respon dari Choirul Huda dengan adanya gambaran kulit memerah, tetapi kondisnya tetap semakin menurun. Pompa jantung dan otak itu dilakukan selama 1 jam tidak ada respon.

“Tidak ada reflek tanda-tanda kehidupan normal. Kemudian kita menyatakan meninggal pada pukul 16.45. Kita sudah mati-matian untuk mengembalikan fungsi vital tubuh Choirul Huda,” jelasnya.

Sesuai analisa awal,  benturan ada di dada dan rahang bawah. Ada kemungkinan trauma dada, trauma kepala dan trauma leher. Di dalam tulang leher itu ada sumsum tulang yang menghubungkan batang otak. Di batang otak itu ada pusat-pusat semua organ vital, pusat denyut jantung dan nafas.

:Mungkin itu yang menyebabkan Choirul Huda henti jantung dan henti nafas. Itu analisa awal kami, karena tim kami gak sempat melakukan scaning, karena mas Huda tidak layak transport dengan kondisi kritis seperti itu. Kita tidak bisa mengkondisikan untuk dibawa ke Radiologi. Kita lebih menangani kondisi awal,” pungkasnya. (lie)*

 

Baca Lainnya