Rabu, 10 Oktober 2018 9:00

Hengky Dicurhati Atlet Porda Jabar, ini Isinya!

Reporter : Fery Bangkit 
Istimewa
Istimewa [Instagram]

Limawaktu.id, Bandung Barat - Wakil Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan, mewanti-wanti seluruh Pengurus Cabang Olahraga (Pengcab) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memperhatikan akomodasi para atlet yang berlaga di Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat di Kabupaten Bogor.

Pernyataan itu dilontarkan Hengky setelah mendapat keluhan dari sejumlah atlet dan pelatih terkait kurang layaknya penginapan dan akomodasi selama bertanding di Porda Kabupaten Bogor.

Baca Juga : Tertahan di Posisi 5, ini Pesan Ketua KONI KBB untuk Para Atlet porda Jabar 2018

“Saya mendapat pengaduan kalau para atlet Pencak Silat kita, mondok di tempat yang kurang memadai. Malahan, para atlet ketika setibanya di sana disuruh bersih-bersih tempat,” ungkap Hengki, Selasa (9/10/2018) di Ngamprah.

Meski pada akhirnya para atlet IPSI ini pindah tempat, namun berdasarkan laporan yang masuk ke Hengky, tetap saja tempat tinggal sementara mereka kurang nyaman.

Hal itu membuat Hengki kecewa karena menurutnya keberangkatan para atlet ke Porda tersebut membawa misi mengharumkan nama daerah. Secara otomatis, mereka harus diperlakukan dengan baik sehingga segi emosionalnya terjaga pula.

"Laporan yang masuk ke saya bukan hanya sekedar bisik-bisik saja, kok. Tapi diperlihatkan videonya bagaimana kondisi penginapan mereka. Menurut saya sih, kurang layak," bebernya.

Ia mengkhawatirkan, apabila para atlet tersebut dikecewakan prestasi Bandung Barat merosot. Padahal Pemkab Bandung Barat di bawah kepemimpinan Bupati Aa Umbara Sutisna dan Wakil Bupati Hengki Kurniawan (Akur), sangat mensupport perkembangan dunia olahraga. Khusus untuk Porda, Pemkab Bandung Barat mendukung dengan menyediakan anggaran yang jumlahnya relatife besar.

“Kita support dengan anggaran itu supaya para atlet bisa nyaman ketika bertandingnya. Kalau akomodasinya saja tidak diperhatikan, bagaimana mereka bisa bermain dengan tenang?” tandasnya.

Terpisah, Ketua pengcab Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) KBB, Asep Syamsul menerangkan, bahwa anggaran yang dimiliki IPSI masih kurang. Dengan jumlah rombongan terbanyak sebanyak 35 orang, pengurus harus pintar menyiasati agar anggaran mencukupi.
'
'Bayangkan untuk biaya 10 hari dengan tim yang paling banyak, kami sebagai manager harus melakukan efisiensi anggaran. Banyak anggaran diluar dugaan dan sebelumnya tidak teranggarkan,"ucapnya.

Minimnya anggaran, lanjut dia, pengurus juga akhirnya memasak sendiri makanan yang akan dikonsumsi rombongan. Selain efisiensi, memasak sendiri juga untuk memenuhi kebutuhan gizi atlet.

Terkait penginapan atlet, lanjut dia, memang sebelumnya IPSI kesulitan mendapat penginapan yang lokasinya dekat dengan venue. Sehingga akhirnya mendapat rumah penduduk dijadikan penginapan selama berlaga di Bogor.

"Kita dua kali survey penginapan yang dekat dengan venue, sampai akhirnya dapat namun jetpam airnya rusak. Kemudian pindah lagi ke rumah penduduk 10 menit dari venue. Sekarang sudah clear,"katanya.

Meski serba kekurangan, sebut dia, IPSI KBB tak patah semangat untuk terus mengejar target 1 medali Emas, 2 Perak dan 4 Perunggu di Porda Bogor.

"Total ada 17 atlet, pelatih 4, asisten pelatih 4 .petugas pendukung baik mesage dan pendukung tim sisanya,"tandasnya.

Baca Lainnya