Kamis, 19 Juli 2018 18:24

Gelar Aksi di Depan PN Bandung, para Atlet Tulis 'Jokowi Hingga Muhammad Zohri' 

Reporter : Fery Bangkit 
 Atlet Paralympic Gelar Aksi di Depan PN Bandung.
Atlet Paralympic Gelar Aksi di Depan PN Bandung. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri belakangan ini tengah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat.

Pelari asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu berhasil merebut medali emas pada kejuaraan dunia Atletik U-20. Berkat prestasinya itu, pelari berusia 17 tahun tersebut pun kebanjiran bonus dari berbagai elemen. Termasuk dari Presiden Joko Widodo.

Berbagai guyuran bonus yang didapat Lalu Zohri itu berbanding terbalik dengan yang dialami para Atlet Paralympic. Mereka menggelar aksi di depan PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Kamis (19/7/2018).

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan 'Bapak Jokowi Kami Menuntut Bertemu dengan Bapak Presiden, Kami Mampu Berprestasi Seperti Moh Johri di Asian Paragames'.

Tak hanya itu, para atlet Paralympic juga membawa perlengkapan tidur seperti bantal, guling, matras hingga sarung dan selimut. Mereka rencananya bakal menginap, jika pihak NPCI Pusat, Jabar dan PJ Gubernur Jabar M Iriawan tidak menghadiri sidang mediasi. 

Namun, dalam aksinya kali ini, mereka lebih memilih mengadukan nasib. Selain itu, para atlet paralympic melaporkan dugaan pemotongan bonus yang dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar.

Penasihat Hukum para atlet Paralympic, Andri Nataprawira menyebutkan, sebenarnya hari ini sidang kelima mediasi atas gugatan melawan hukum yang dilayangkan para atlet Paralympic ini. Namun, dari sidang perdana tidak satupun dari mereka hadir di persidangan.

"Tidak ada itikad baik dari beberapa pihak yang kita gugat. Mereka tidak pernah hadir, bahkan hingga kini," katanya disela-sela aksi.

Berbagai upaya telah dilakukan para atlet yang dicoret dari event Asian Paragames ini, padahal mereka merupakan atlet-atlet berprestasi peraih medali emas Peparnas dan PON lalu. 

"Beberapa kali kita beraudiensi dengan PJ Gubernur Jabar agar dijembatani bertemu Presiden. Namun hingga kini belum ada respon atau realisasinya," ujarnya. 

Lantaran tidak digubris, para atlet pun langsung mendatangi Kejati Jabar dan melaporkan dugaan pemotongan bonus yang dilakukan Dispora Jabar. Pihak Kejati pun sudah merespon, dan pihaknya tinggal melengkapi bukti-bukti.

Laporan pemotongan bonus para atlet dilakukan lantaran bonus yang mereka terima tidak sesuai. Padahal saat itu Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menjanjikan memberikan bonus Rp 275 juta per atlet peraih medali Emas. 

"Namun yang diterima hanya Rp 217 juta setelah dipotong pajak. Kita minta kejelasan, tapi tidak ada. Padahal ada atlet ini yang meraih hingga tiga medali emas saat even Peparnas dan PON kemarin," ujarnya.

Menurutnya, para atlet ini bukanlah atlet tanpa prestasi. Misalnya Farid Surdin dia merupakan peraih medali emas dan perak lempar cakram, bahkan dia memecahkan rekor di Asia. Begitu juga Ganjar Djatnika, dia meraih tiga medali emas di sprint. Namun mereka kelasnya tidak ada di Pelatnas. 

"Kita akan nginep kalau tidak ada respon dari Gubernur. Setiap sidang kita nginep, sampai ada perhatian dari Gubernur dan Presiden," ujarnya. 

Seperti diketahui, para atlet yang menggelar aksi merupakan atlet-atlet yang diduga dimatikan karirnya oleh pengurus NPCI Pusat sehingga tidak diikutsertakan di Asia Paragames 2018, atau di rumah sendiri karena Indonesia jadi tuan rumah.

Baca Lainnya