Olahraga

Dibina KONI, Atlet Taekwondo Cimahi melaju ke Tingkat Jawa Barat

Limawaktu.id,- Ada upaya khusus dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cimahi dalam pembinaan olahraga prestasi, salah satunya dengan mengontrak mereka dibina agar tidak pindah membela daerah lain.

Data yang berhasil dihimpun, ada 20 puluh atlet yang dibina berasal dari cabor senam sebanyak empat orang, taekwondo dua orang, bulutangkis lima orang, renang dua orang, atletik dua orang, menembak tiga orang dan tarung drajat dua orang. Salah satu atlet yang dibina KONI Kota Cimahi adalah Hendro, seorang atlet taekwondo yang kini masuk dalam daftar nama peserta Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Jawa Barat.  

“Saya merasa bangga karena bisa membahagiakan orangtua dan pelatih,” ungkapnya kepada Limawaktu.id, Senin (2/9).

Menurut Hendro, selain mendapatkan pembinaan dari KONI dia juga sering mendapatkan masukan dari para pelatih untuk meningkatkan prestasinya. Tak hanya soal teknik namun  berat badan pun menjadi perhatian pelatih.

“Mereka juga sering memberikan masukan misalnya soal berat badan yang harus dijaga,” katanya.

Sedangkan salah seorang pelatih Taekwondo Riski Pangestu mengungkapkan, pihaknya melakukan regenreasi atlet taekwondo, sehingga Cimahi tak kekurangan atlet yang berprestasi baik di tingkat Kota atau Provinsi. Sekitar 30 atlet dari klub yang ada di Kota Cimahi memiliki peluang untuk berprestasi.

“Dengan regenerasi Cimahi tak pernah kekurangan atlet berprestasi,” jelasnya.

Sementara, Ketua Cabang Olahraga Taekwondo Kota Cimahi Juhana menyebutkan, pembinaan yang dilakukan bagi para atlet selain melakukan latihan rutin, juga dilakukan even pertandingan dalam menguji dan evaluasi para atlet. Bahkan ada juga atlet yang dibina di PPLP Jabar atau Pelatda  seperti Hendro.

“Dengan sarana tempat berlatih dan bertanding, Taekwondo bisa memberikan kontribusi bagi Cimahi. Tiap tahun kami juga melaksanakan kejuaraan berupa Wali Kota Cup yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-13 ,”  sebutnya.

Selain kejuaraan yang digelar secara rutin ada juga kejuaraan yang sifatnya terbuka seperti Cimahi Open atau Unjani Open, tujuannya untuk menyaring bibit atlet handal Kota Cimahi supaya bisa berprestasi di tingkat regional atau nasional.

Saat ini, kata Juhana tak kurang dari 35 dojo atau tempat latihan taekwondo di Kota Cimahi.  Tersebarnya dojo tersebut menjadikan pihaknya tak kekurangan atlet, karena makin mudah untuk melakukan seleksi dan memilih atlet yang akan diterjunkan diberbagai penyelenggaraan kejuaraan.“Melalui Pelatda juga bisa menjadi sarana untuk melahirkan atlet handal Kota Cimahi,” pungkasnya.

Baca Lainnya