Muthia Fadilah Mulyana memperlihatkan beberapa penghargaan yang diraihnya.
Muthia Fadilah Mulyana memperlihatkan beberapa penghargaan yang diraihnya. [Limawaktu]
Olahraga

Cerita Dibalik Kesuksean Pelajar Usia 13 Tahun dengan Deretan Prestasi Karate

Limawaktu.id,- cerita haru diungkap Yusuf Mulyana (45), ayah dari muthia Nurfadilah Mulyana, anak berusia 13 tahun yang berhasil meraih deretan prestasi dari olahraga karate.

Sabtu (31/3/2018) di Alam Wisata Paku Haji, Ngamprah, Bandung Barat, sang ayah menceritakan awal sang anak mulai tergoda dan hobi terhadap olahraga karate.

Di Cimahi, 17 Maret 2005, Muthia lahir dari rahim seorang ibu bernama Hani Santika (41). Ketika mulai tumbuh, putri yang bercita-cita menjadi dokter itu mulai terlihat potensi olahraga.

Namun, ketika berada di Sekolah Dasar (SD), Yusuf mendorong anak pertamanya itu untuk menekuni badminton alias bulu tangkis. Bahkan, pejara yang duduk di kelas VII SMP II Cimahi itu sempat masuk sekolah badminton.

"Dia anaknya suka olahraga. Sempet diarahkan ke badminton, tapi dia gak suka," tutur Yusuf.

Tak ingin memaksakan kehendak anaknya, Yusuf pun membebaskan anaknya untuk memilih olahraga yang disukainya. Akhirnya, ketika memasuki kelas III SD, Muthia mulai suka olahraga bela diri jenis karate. Yusuf dan sang istri pun mendukung sepenuhnya.

"Iya keinginan dia sendiri masuk karate, pas liat latihan," ucap Yusuf.

Sejak mulai ikut latihan karate, potensi Muthia pun mulai terlihat. Saat itu, ia memilih jenis latihan karate kumite.

Latihan keras yang dijalani anaknya itu tak percuma. Terbukti dari berbagai kejuaraan dari mulai tingkat kota, regional Jawa Barat hingga nasional, Muthia berhasil meraih juara I dan II.

Dengan prestasi dan bakat yang dimiliki Muthia, asa untuk merengkuh prestasi lebih jauh pun muncul dibenak Yusuf. Ia berharap anaknya itu bisa mewakili Indonesia dalam ajang internasional.

"Kalau bisa mah jadi atlet Indonesia, seperti dalam Sea Games," kata Yusuf.

Cerita tentang Muthia pun diungkapkan Alva C Panjaitan, pelatih Dojo Tepbek Cimahi. Alva merupakan pelatih atau senpai yang selama ini menggembleng bakat Muthia hingga mampu berprestasi di berbagai ajang Kei shin Kan Karate-Do yang diikutinya.

Cerita menarik dituturkan Alva ketika Muthia mengikuti Pekan Olahraga Kota (Popkot) Cimahi tahun 2018. Popkot sendiri merupakan olahraga pelajar, yang memungkinkan pertemuan antar pelajar SMP dengan pelajar SMA.

Saat itu, tutur Alva, Muthia salah kelas dalam pertandingan karate Popkot. Ia melawan pelajar yang kelasnya lebih tinggi.

"Dia waktu Popkot itu salah kelas, lawannya lebih tinggi tapi tetep sampai babak final. Pas final dihentikan," tutur Alva.

Akhirnya, Muthia pun terpaska harus memulai pertandingan lagi dari awal, hingga akhrinya berhasil meraih medali emas.

"Itu jadi salah satu bukti dia layak dan sudah siap mewakili Cimahi," ujarnya.

Baca Lainnya