Senin, 17 September 2018 12:58

600 Guru di Cimahi Dites Urine Mendadak

Reporter : Fery Bangkit 
Pelaksanaan Tes Urine Terhadap Para Guru dan Tenaga Pendidik di SMPN 5 Kota Cimahi, Cipageran, Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin (17/9/2018).
Pelaksanaan Tes Urine Terhadap Para Guru dan Tenaga Pendidik di SMPN 5 Kota Cimahi, Cipageran, Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin (17/9/2018). [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - 600 Guru dan tenaga pendidik di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi mendadak diminta mengikuti Tes Urine pada Senin (17/9/2018).

Tes urine dilakukan urine digelar menyebar di seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri se-Kota Cimahi tersebut dimaksudkan untuk mengetahui  Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam penggunaan obat terlarang.

Dalam kegiatan tersebut, guru dan tenaga pendidik ASN diwajibkan mengisi formulir dan membawa sebuah botol plastik untuk menampung tes urin. Ada lima parameter tes Narkoba yang dilakukan, yakni amfetamin, metamfetamin, morfin, kokain dan benzodiapezin.

Kepala Badan Pengelolaan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Daerah (BPKSDMD) Kota Cimahi, Harjono mengatakan, tes urine ini merupakan rangkaian pemeriksaan yang terlebih dulu dilakukan terhadap para kepala sekolah dan unsur ASN di rumah sakit.

"Ini tujuannya bukan untuk mencari kesalahan, tapi menjadi bagian dari pembinaan ASN," kata Harjono saat ditemui di SMPN 5, Cipageran, Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin (17/9/2018).

Dikatakannya, semua ASN termasuk guru harus terus dibina agar disiplin dalam semua hal, termasuk kinerja. Sebab hal itu tercantum dalam Undang-undang ASN dan pembinaan ASN.

Dikatakan Harjono, data tes urine ini akan ditindaklanjuti dengan assesment oleh pihak Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Cimahi. Jika memang ada yang terbukti positif, akan diberikan hukuman disiplin.

"Kita sudah ada kesepahaman semua masuk ranah hukuman disilpin," tegas Harjono.

Di tempat sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan menambahkan, pihaknya sangat mendukung atas pelaksanaan tes narkoba terhadap para guru dan pendidik ini.

"Ini kegiatan positif biar guru tidak terjerumus," ucapnya.

Sejauh ini, ujar Dikdik, tidak ada kalangan tenaga pendidik yang terjerumus menggunakan barang haram tersebut. "Ini untuk meningkatkan kedisiplinan guru," tandasnya.

Baca Lainnya