Selasa, 29 Mei 2018 21:16

Yuk, Tengok Khidmatnya Perayaan Hari Waisak di Bandung Barat

Reporter : Fery Bangkit 
Peringatan Hari Waisak 2562 Buddhist Era (BE) di Vihara Vipassana Graha, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Peringatan Hari Waisak 2562 Buddhist Era (BE) di Vihara Vipassana Graha, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Peringatan hari waisak 2562 Buddhist Era (BE) di Vihara Vipassana Graha, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (29/5/2018) berlangsung khidmat dan khusyu.

Ratusan jamaat umat Budha nampak mengikuti kebaktian yang dipimpin oleh Bikhu Sudasila dan
Bikhu Kamalo. Kebaktian dimulai sejak pukul 09.30 WIB sampai pukul 11.00 WIB.

Bikhu Sudasila mengatakan, tema besar peringatan Hari Waisak tahun ini adalah menjaga 'Keberagaman dan Kebahagiaan di antara Umat Beragama'. Semangat Waisak juga harus menjadikan Indonesia menjadi negara maju, sejahtera, tentram, serta warganya hidup dalam kerukunan dan damai sentosa.

"Melalui momentum Waisak ini kami ingin semua umat saling asah, asih, dan asuh. Semoga semua mahluk berbahagia di hari yang berbahagia ini," tuturnya, Selasa (29/5/2018).

Dia menyebutkan, ritual Waisak dimulai dengan doa kebaktian, meditasi, dan Pindapatta. Kemudian pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB dilakukan pembacaan kebaktian hingga pada detik-detik peringatan Waisak pukul 21.19 WIB.
Puncak peringatan sendiri dilakukan di Candi Borobudur. Sementara untuk di Vihara Vipassana Graha, perayaan dilakukan pada Minggu (3/6/2018).
Menurutnya Pindapatta adalah ritual pemberian dana atau makanan oleh jamaah yang hadir pada para bikhu dengan tujuan memberikan kesempatan pada seluruh masyarakat yang ingin melakukan kebajikan.

"Ritual ini rutin setiap tahunnya sama, dengan harapan supaya sabbe satta bhavantu sukhitata (semoga semua mahluk berbahagia)," ujarnya.

Peringatan Waisak juga dimanfaatkan oleh umat Budha untuk menghormati dan merenungkan segala sifat luhur dari Tiratana yakni Buddha, Dharma, dan Sangha. Selain itu juga untuk memperkuat Saddha atau keyakinan yang benar berdasarkan tekad, membina Paramita atau sifat baik yang berasal dari para leluhur serta mengambil hikmat dari ceramah bikhu.

Salah seorang jamaah asal Bandung Lusi (40) mengaku, setiap perayaan Waisak dia dan keluarganya selalu beribadah di Vihara Vipassana Graha. Pesan dari kebaktian yang diikuti adalah bagaimana manusia menjaga kedamaian dan kerukunan, karena hakekatnya setiap manusia menginginkan kehidupan yang lebih baik.

"Kita semua harus mempraktikan ajaran Budha dalam kehidupan sehari-hari agar kedamaian terjaga," ucapnya.

Baca Lainnya