Rabu, 25 Oktober 2017 16:43

Yuk Intip Realisasi Pajak Reklame di Kota Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Sejumlah reklame terpasang di beberapa titik.
Sejumlah reklame terpasang di beberapa titik. [limawaktu]

Limawaktu.id, - Hingga September 2017, realisasi pajak reklame di Kota Cimahi disebutkan sudah mencapai Rp 1,5 miliar. Capaian tersebut didapat dari 476 Wajib Pajak (WP).

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) murni tahun 2017, Pemerintah Kota Cimahi menargetkan realisasi pajak reklame mencapai Rp 1,5 miliar.

"Tapi, dalam rencana APBD perubahan tahun 2017, ditargetkan pajak reklame jadi Rp 1,7 miliar. InsyaAlloh tercapai," kata Lia Yuliati Kepala Bidang Penerimaan dan Pengendalian Badan Pengelolaan dan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kota Cimahi, Rabu (25/10/2017).

Kategori yang termasuk pajak reklame di antaranya reklame papan, reklame kain seperti spanduk, reklame melekat (stiker) dan reklame berjalan.

Perihal maraknya pemasangan spanduk, termasuk spanduk yang berbau politik, Sekretaris Bappenda Kota Cimahi, Yunita Widiana menegaskan, baik komersil maupun komersil, tetap harus memiliki izin dari Pemerintah Kota Cimahi.

Izin atau lapor diberlakukan bagi semua instansi, termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi.

"Kalau yang berizin itu ada cap dan tandatangan dari kita (Pemkot Cimahi). Walaupun kegiatan intern Pemkot, tetap harus bayar," ujarnya.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan Bappenda bersama Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Satpol PP Kota Cimahi, banyak sekali pemasangan spanduk yang melanggar aturan.

Padahal, klaim Yunita, pihaknya kerap memberikan sosialisasi dan pemahaman perihal aturan dan tata cara pemasangan spanduk.

"Banyak sekali kesalahan dalam pemasangan. Dalam aturan sudah kita jelaskan bahwa ada titik tertentu yang gak boleh dipasang," katanya. (kit)