Jumat, 28 Juni 2019 18:40

Warganya Mulai Terdampak Kekeringan, Hengky Bilang Begini

Reporter : Fery Bangkit 
Tanah Sawah Menjadi Retak-Retak Karena Air Tidak Mengalir.
Tanah Sawah Menjadi Retak-Retak Karena Air Tidak Mengalir. [limawaktu]

Limawaktu.id - Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan menyebutkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat bakal menjadi solusi atas kekeringan yang terjadi di wilayahnya.

Seperti diketahui, musim kemarau telah berdampak pada sejumlah lahan pertanian di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akibat tidak teraliri air.

Baca Juga : Gagal Panen Padi juga Mengancam Petani di Bandung Barat

"Awal-awal kami dilantik, kami mengalami (musim) kekeringan. Nah solusinya memang dari BPBD akab mengirimkan bantuan air bersih untuk kekeringan," ujar Hengky, Jumat (28/6/2019).

Dikatakannya, kekeringan merupakan dampak dari musim kemarau yang terjadi karena faktor alam. Kondisi tersebut berlangsung tidak hanya di Bandung Barat. Akan tetapi juga terjadi di wilayah Jawa Barat lainnya.

Baca Juga : Antisipasi Kekeringan, Dispangtan Cimahi Siapkan 1.000 Varietas Padi Inpago

"Paling kita membantu semaksimal mungkin yang susah air. Kita berharap turun hujan," katanya.

Baginya, wilayah Cipatat merupakan daerah yang rutin mengalami kekeringan. Bahkan, pihaknya sempat membuat sumur bor namun air tetap sulit diperoleh.

Baca Juga : 7 Hektare Padi di Baleendah Terancam Gagal Panen

"Di Cipatat cukup rutin (kekeringan), kita sudah mencoba sampai dibor air tetap susah. Saya juga bingung kita sudah berupaya sampai pengeboran tapi tidak ada air," katanya.

Sebelumnya, sejumlah lahan pertanian sawah di Kampung Sinarjaya, Desa Batujajar dan Kampung Sinarmukti, Desa Selacau, Kabupaten Bandung Barat terancam mengalami gagal panen dampak dari kemarau. Sebab aliran air yang berada di irigasi menuju sawah mengalami kekeringan.

Berdasarkan pantauan, area sawah yang berada di pinggir jalan mengalami kekeringan dan dampaknya mengalami retak-retak. Hal itu terjadi dikarenakan aliran air yang tidak mengalir ke sawah. Sehingga tanah menjadi kering.

Salah seorang warga, Elan (60) yang tengah mencari rumput di sawah mengungkapkan musim kemarau sudah berlangsung sejak satu bulan terakhir. Akibatnya, tanah sawah menjadi retak-retak karena air tidak mengalir.

"Airnya dari saluran irigasi dari gunung Lagadar. Airnya ada di saluran tapi gak sampai kesini," ujarnya, Rabu (26/6). Dengan melihat kondisi tersebut maka ia memastikan jika padi yang ditanam gagal dipanen.

"Sudah begini mah ya gak bisa dipanen," ujarnya. Menurutnya, usia padi yang ditanam kurang lebih 15 hari lagi menuju panen jika terdapat air. Dengan kondisi tersebut maka padi yang gagal dipanen dibiarkan saja.

"Kalau dipaksakan dipanen sekarang juga gak akan bisa da tidak ada isinya," ungkapnya. Jika sudah begitu, Elan mengatakan biasanya sawah dibiarkan oleh pemiliknya dan akan dimanfaatkan lagi pada musim tanam selanjutnya.

Baca Lainnya