News

Warga RW 09 dan 14 Kelurahan Utama Tak Lagi Andalkan Air dari Pabrik

Limawaktu.id,- Tidak bisa dipungkiri, keberadaan industri-industri di  Kota Cimahi ikut berpengaruh terhadap kondisi lingkungan di sekitar industri. Adanya eskalasi besar-besaran dalam bidang industri memang memberikan keuntungan untuk banyak pihak, seperti jumlah lapangan kerja, membantu mengatasi kemiskinan dan pengangguran, menambah pendapatan dan sebagainya.

Meskipun demikian, dampak negatifnya terhadap lingkungan pun tak kalah banyak, seperti terganggunya kebersihan dan munculnya berbagai pencemaran serta kekurangan air bersih

Hal itu yang dirasakan oleh warga RW 09 dan RW 14 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan, Akibatnya warga harus mengeluarkan uang ekstra untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk minum atau memasak.

Digulirkannya penyediaan sarana air bersih lewat Program Kotaku, memberikan manfaat bagi warga di RW 09 dan 14 Kelurahan Utama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. 

"Dengan adanya pengeboran air dari Kotaku, warga sangat antusias, karena selama ini mengandalkan air dari pabrik," ungkap Rita Susilawati, Ketua KSM Cibodas Campaka 01 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan, Sabtu (21/12). 

Dia menyebutkan, selain pembuatan sarana air bersih, di RW 14 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan juga dibangun sumur resapan untuk penanggulangan banjir dan cadangan air. 

Warga RW 14 Kelurahan Utama, Silvi mengaku, selama ini dirinya merasa gamang dengan menggunakan air dari pabrik karena tidak bisa digunakan untuk minum atau memasak. Dengan adanya sarana air bersih dari program Kotaku, keluarganya terbantu karena tidak lagi harus membeli air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Sedangkan Sri Yanti, Warga RW 09 Kelurahan Utama megatakan, untuk keperluan air bersih biasanya warga membelinya seharga Rp 4.500 untuk keperluan memasak atau air minum, kini, warga tak lagi mengandalkan air dari pabrik setelah adanya sarana air bersih. 

"Terimakasih kepada pemerintah yang telah memberikan sarana air bersih," katanya.
Ketua KSM Cibodas Campaka 09 Apidin mengungkapkan, setelah adanya sarana air bersih ini, rencananya  akan disalurkan ke rumah warga dengan menggunakan pipa-pipa kecil, dan dilakukan pemeliharaan oleh kelompok pengelola. 

"Setelah tuntas 100 persen, nanti akan disalurkan ke rumah warga," ungkapnya. 

Sementara, Ketua BKM Sejahtera Abadi Kelurahan Utama, Syamsudin berharap agar warga bisa memelihara apa yang telah dibangun dengan program Kotaku, supaya bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama. Pada 2019, BKM Sejahtera Abadi menerima dana Rp 1 Miliar yntuk pembanunan infrastrutur dan penyediaan air bersih warga. 

Baca Lainnya

Radio Limawaktu Klik untuk memutar