Kamis, 13 Juni 2019 13:50

Warga dan Pengendara Tiap Hari Hirup Debu Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Reporter : Fery Bangkit 
Debu proyek KCIC di jalan leuwigajah mengganggu pengendara yang melintas.
Debu proyek KCIC di jalan leuwigajah mengganggu pengendara yang melintas. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Kesehatan warga RT 05/03 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi terancam. Mereka berpotensi terserang Insfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) karena setiap hari menghirup debu dari proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).

Selain warga, dampak debu dari kereta cepat jurusan Jakarta-Bandung itu juga dikeluhkan pengendara. Sebab, debu yang beterbangan itu mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas, yang juga mengancam kesehatan mata.

Baca Juga : RTRW KCIC di Cimahi Belum Usai, Bagaimana Kelanjutan Pembangunannya?

Tisna Fadilah (52), salah seorang warga menuturkan, sejak proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung itu, gangguan debu kerap menghantui warga. Selain mengancam kesehatan, debu juga mengotori rumah.

"Sebelum ada proyek juga udah banyak debu, apalagi sekarang makin parah. Belum lagi sekarang udah mulai panas, debunya makin banyak," ujar Tisna, Kamis (13/6/2019).

Baca Juga : 95% Warga KBB jadi Buruh Kasar di Proyek KCIC

Selain Kelurahan Utama, proyek KCIC juga melintas di Kelurahan Cibeber dan Kelurahan Leuwigajah. Total ada 304 bidang tanah yang terkena imbas dari pembangunan mega proyek itu.

Dikatakan Tisna, kondisi itu sebetulnya membuat warga dan pengendara yang melintas di sekitar proyek terganggu. Namun, pihaknya tak bisa bebuat banyak. Sejauh ini terlihat belum ada penanganan terkait permasalahan debu dari pihak KCIC.

Baca Juga : Pola Business to Business dalam di Lingkaran Proyek Kereta Cepat dan LRT Bandung Raya

"Selain debu, pengerjaanya juga kadang sampe malam. Itu kan sangat ganggu warga yang lagi istirahat," tuturnya.

Pradana Whisnu (29), salah seorang pengendara roda dua asal Leuwigajah menambahkan, debu yang ditimbulkan dari proyek kereta cepat itu sangat mengganggu baginya. Selain mengancam kesehatan mata, butiran tanah yang sampai ke jalan raya juga sangat membahayakan bagi pengendara.

"Hampir tiap hari saya lewat jalan ini (Jalan Raya Baros), pasti kebul. Debunya bikin gak nyaman," ucapnya.

Baca Lainnya