Rabu, 25 Oktober 2017 17:49

Warga Cigunung Panik Semburan Lumpur Panas

Lumpur panas keluar dari lubang pengeboran air bersih
Lumpur panas keluar dari lubang pengeboran air bersih [limawaktu]

Limawaktu.id, - Semburan lumpar panas membuat panik warga di Kampung Sindangrasa, RW 01, RT 03, Desa Cigunung, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya. Semburan tersebut bermula dari pengeboran air bersih yang dilakukan ZIS-UAP Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan terjadinya semburan lumpur dari pengeboran sumur air bersih sejak Senin (23/10/2017) di tanah milik Makmur di Kampung Sindangrasa Rt 03 Rw01 Desa Cigunung Kecamatan Parungponteng.

Yusri mengungkapkan, awal kejadian, dilaksanakan pengeboran air bersih yang di dilakukan oleh ZIS-UAP Jawa Barat yang berkantor di Jalan Suci Kota Bandung. Namun, sekira jam 12.30 WIB terjadi semburan material lumpur dari pengeboran sumur tersebut.

"Rencananya sumur air bersih tersebut adalah kedalaman 100 meter, namun pada kedalaman 50 meter sudah keluar Semburan material lumpur, dan air panas, dengan tinggi semburan mencapai 10 meter dan saat ini semburan tersebut melemah hingga ketinggian semburan material mencapai 10 centimeter," kata Yusri saat diwawancara di Mapolda Jabar, Rabu (25/10).

Lebih lanjut Yusri menjelaskan, setelah kejadian tersebut pada saat ini timbul 7 titik semburan air panas di kolam pinggir tempat kejadian yang berjarak 10 meter dari TKP. Sehingga petugas kepolisian bersama dengan Pemerintah Desa Cigunung, BPBD, Koramil Parungponteng, dan pelaksana kerja, melakukan pengamanan dan memberikan himbauan kepada warga masyarakat setempat.

"Tempat kejadian sudah diberi police line dan telah dilakukan koordinasi bersama dengan penyelenggara, pemerintah Desa, BPBD, dan pihak terkait lainnya," ungkapnya.

Hingga saat ini, ucap Yusri, telah dilaksanakan pengawasan dilokasi kejadian dengan sistem pengawasan terpadu oleh Muspika, pemerintah Desa, pekerja dan masyarakat setempat. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya hingga saat ini masih melakukan penelitian, apakah semburan lumpur panas tersebut berbahaya atau tidak.

"Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun kerugian material, dan penyebab kejadian tersebut masih dalam pengawasan dan penyelidikan," pungkasnya. (lie)