Senin, 3 Mei 2021 16:33

Warga Berharap Pemeliharaan Taman Kartini Ditingkatkan

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id,- Bagi warga Kota Cimahi pasti sudah tidak asing lagi dengan Taman Kartini, yang konon telah berdiri sejak zaman Kolonial Belanda. Taman ini pada zaman Kolonial Belanda bernama Taman Wihelmina di ambil dari nama Ratu kerajaan Belanda, setelah Negara Indonesia merdeka, taman ini berganti nama menjadi Taman R.A Kartini, Taman Kartini ini bisa dijadikan destinasi wisata. Taman Kartini menjadi tempat rekreasi murah, karena untuk masuk ke taman ini gratis. Taman ini  tidak perlu bayar, terletak di kawasan Jl Baros  No 6 Cimahi Tengah Kota Cimahi berhadapan dengan Pussen Armed TNI AD (Pusat Kesenjataan Arteleri Medan).

Tak hanya bisa menghirup udara segar karena rimbun dengan pepohonan, di Taman Kartini juga warga bisa mendapatkan fasilitas Toilet, Play Ground, lapangan mini futsal, kolam, tempat sampah, tempat duduk, atau skatepark sarana bagi skateboarding.

“Saya sering ngajak anak-anak untuk berkunjung kesini dan menikmati susasana sejuk di Taman Kartini,” ungkap Ita, warga Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Senin (03/05/2021).

Dia berharap agar Taman Kartini lebih ditingkatkan lagi pemerliharannya, sehingga bisa trelihat rapi dan cantik. Karena selain banyak tempat yang sudah nyaman, namun masih ada yang perlu ditingkatkan dibeberapa bagian terutama dibagian bawah, karena tak jaruang saat dia datang kondisinya belum disapu.

“Sebagian sudah nyaman, namun dibagian bawah perlu ditingkatkan lagi pemeliharaannya, “ ujarnya.

Sementara, salah seorang petugas pemeliharaan Taman Kartini GFebi mengatakan, setiap hari sampah-sampah yang ada di Taman Kartini selalu doibersihkan setiap hari, sampah yang teak berguna dibuang sementara sampah daun dijadikan untuk kompos. Saat kemarau seperti ini, air di Kolam Taman Kartini tampak menyusut, namun jika musim hujan tiba air bisa meluber.

“Kalau musim hujan air di kola mini meluber.Sampah sampah setiap hari dibuang sedangkan daunnya dijadikan kompos,” pungkasnya.

Baca Lainnya