Selasa, 8 Januari 2019 11:57

Walikota Bandung: Someah Harus Jadi Daya Tarik Wisata

Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial.
Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Pariwisata telah menjadi tulang punggung ekonomi Kota Bandung. Oleh karenanya, seluruh pemangku kepentingan pariwisata harus meningkatkan performanya. Hal itu agar wisatawan semakin betah dan ingin terus datang ke Kota Bandung. 

Salah satu pemangku kepentingan pariwisata, ialah para pengemudi transportasi pariwisata. Para sopir harus memberikan kesan positif tentang Kota Bandung kepada para wisatawan.

“Membawa para wisatawan di Kota Bandung harus dengan memberikan kesan yang positif. Dengan perilaku 'someah' (ramah) menjadi daya tarik, sehingga wisatawan akan kembali lagi berkunjung ke Bandung,” ujar Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial, di Balai Kota Bandung, Selasa (8/1).

Ia pun meminta agar para pengemudi perlu meningkatkan pengetahuan. Tak hanya sekedar pengetahuan tentang destinasi wisata tetapi juga pengetahuan tentang Kota Bandung. Mulai dari jumlah penduduk, kecamatan, hingga jumlah kelurahan.

Selain itu, para pengemudi juga bisa menyebarkan virus tentang kebersihan kepada para wisatawan yang datang ke Kota Bandung. Salah satunya dengan menyosialisasikan program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan sampah). 

"Para pengemudi juga harus menjadi agen Kang Pisman,” pinta Oded. 

Sementara itu, Ketua Ikatan Pengemudi Pariwisata Bandung Marsalino mengklaim, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas para pengemudi pariwisata. Salah satunya meningkatkan kemampuan berbahasa asing para pengemudi. Hal itu karena kunjungan wisatawan asing ke Kota Bandung semakin meningkat.

"Kita siapkan SDM (sumber daya manusia) untuk memberikan pelayanan kepada turis dengan baik. Banyak berkunjung itu  dari Malaysia, Singapura, dan Brunei, ya minimalnya bahasa Inggris kita kuasai," tukas Marsalino. 

Ia mengungkapkan, pihaknya juga tengah menentukan standarisasi harga jasa transportasi wisata. Pasalnya, harga yang ditawarkan dinilai masih sangat rendah. Para agen menawarkan Rp 300 ribu per hari untuk jasa sewa transportasi.

Ia mengatakan, harga saat ini 'All In' Rp 300 ribu per 12 jam sudah termasuk driver, tol, BBM dan parkir. Idealnya seharga Rp 500 ribu. Pertimbangannya biaya untuk mobil Rp 200 ribu operasional dengan jasa pengemudinya Rp 250 ribu dan Rp 50 ribu untuk agen pariwisata.

Kelompok yang berdiri sejak tahun 2011 itu, memiliki aplikasi dengan nama "Kemudi" memberikan kemudahan bagi wisatawan yang akan berkunjung. 

"Jadi sistem untuk sewa kendaraan bisa langsung melalui aplikasi itu. Kita beri pelayanan yang maksimal. Kita menyediakan air mineral, wi-fi, cenderamata, dan beberapa fasilitas lainnya," tandasnya. (*)

Baca Lainnya