Kamis, 7 Juni 2018 13:04

Volume Sampah di Bandung Barat Meningkat, UPT Kebersihan Keluhkan Kondisi TPA Sarimukti

Reporter : Fery Bangkit 
Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Sarimukti.
Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Sarimukti. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengakui, masih banyak tumpukan Sampah di bulan ramadan yang belum tertangani.

Kasubag TU UPT Kebersihan DLH KBB, Syahria menjelaskan, permasalahan tersebut disebabkan kondisi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang tidak kondusif. Di antaranya antrean truk pengangkut sampah karena akses jalan yang licin dan banyak ban armada yang jebol karena hasil gesekan.

"Banyak tumpukan sampah yang belum tertangani. Ditambah lagi sampah-sampah liar yang berada di pinggir-pinggir jalan utama," katanya saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (7/6/2018).

Dikatakannya, volume sampah di Bandung Barat sendiri mengalami peningkatan sekitar 40% dari hari biasanya. Peningkatan tersebut bersumber dari para pedagang musiman, baik makanan maupun minuman untuk kebutuhan bulan puasa.

"Biasanya tahun yang sudah-sudah mulai prediksi peningkatan volume itu dari H-10 sampai dengan H+10," terangnya.

Dia melanjutkan, tumpukan sampah yang meningkat selama bulan ramadan ini memang tidak bisa diangkut secara maskimal ke TPA Sarimukti.

Dalam sehari, tumpukan sampah di Bandung Barat bisa mencapai 640 ton. Namun yang bisa terangkut oleh UPT Kebersihan hanya ke TPA hanya sekitar 145 ton per hari.

Alasannya, selain kondisi di TPA Sarimukti yang tidak kondusif, armada pengangkut sampah pun diakui Syahria belum ideal. Saat ini, pihaknya hanya memiliki 35 truk pengangkut sampah.

"Dengan armada 35 itu, hanya mampu mengangkut 145 ton sehari. Satu mobil ada yang 2 (dua) dan 3 (tiga) rit," pungkasnya.

Baca Lainnya