Jumat, 18 Oktober 2019 14:38

Volume Kendaraan Jomplang dengan Kapasitas Jalan, Cimahi Berpotensi Tiru Bandung Dalam Hal ini

Reporter : Fery Bangkit 
Aktifitas Kendaraan di Jalan Amir Mahmud
Aktifitas Kendaraan di Jalan Amir Mahmud [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Dinas Perhubungan Kota Cimahi mencatat, jumlah peningkatan kendaraan setiap tahunnya mencapai 7 persen. Hal itu jelas tidak sebanding dengan ruas jalan yang hanya bertambah sekitar 1,2 persen. "Pertambahan panjang jalan di Kota Cimahi selama 17 tahun dari 2001 sampai dengan tahun 2018 hanya bertambah 1,2 persen," terang Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang saat dihubungi via pesan singkat, Jumat (18/10/2019).

Sedangkan berdasarkan hasil traffic counting terbaru, jumlah kendaraan yang melewati ruas jalan di Kota Cimahi cukup tinggi. Terutama saat pagi dan sore hari. Hampir 50 persen dari kendaraan yang melintas adalah kendaraan daerah wilayah sekitar Cimahi, seperti dari Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

"Sebagai contoh, jumlah kendaraan yang melintas di jalan nasional, Jalan Jenderal Amir Machmud berkisar 65 ribu sampai dengan 95 ribu kendaraan per harinya," ungkapnya. Melihat aktifitas kendaraan yang cenderung meningkat, lanjut Endang, bisa saja Kota Cimahi menyamai Kota Bandung yang disebut menjadi kota termacet di Indonesia.

"Kalau tidak ada upaya penanganan dengan pelibatan semua pihak terkait, Cimahi juga bisa saja menyusul menjadi kota termacet," tutur Endang. Sebab, kata Endang, Volume Kendaraan sangat tidak sebanding dengan insfratuktur jalan. Kondisi itu diperparah dengan adanya hambatan samping seperti aktivitas masyarakat di kiri dan kanan jalan yang berdampak terhadap terganggunya kelancaran arus lalu lintas.

"Seperti parkir dan berhenti di bahu atau badan jalan, PKL, menyebrang sembarangan dan crossing persimpangan," ucap Endang. Untuk penanganan hambatan samping itu, kata dia, perlu adanya keterlibatan semua pihak. "Termasuk kesadaran masyakat antara lain dengan mentaati aturan dan rambu lalu lintas serta memiliki kepedulian terhadap hak pengguna jalan yang lain," imbuhnya.

Hal senada dikatakan Suharto, Kasatlantas Polres Cimahi. Menurutnya, dalam beberapa tahun kedepan, Kota Cimahi diprediksi bakal mengalami kondisi kemacetan serupa Kota Bandung yang saat ini tercatat sebagai kota termacet di Indonesia. 

Saat ini, kendaraan dari arah barat seperti Padalarang, Cianjur, Sukabumi, maupun Purwakarta, pasti melewati Jalan Amir Machmud, untuk menuju Kota Bandung maupun arah timur.  "Dampak kemacetan pasti bisa terasa, karena Jalan Amir Machmud ini penghubung wilayah barat menuju timur, terutama Kota Bandung," ujar Suharto.

Berdasarkan catatan Satlantas Polres Cimahi, pertumbuhan kendaraan roda dua maupun roda empat di Kota Cimahi sekitar 15 persen setiap tahunnya atau 1.000 unit kendaraan setiap minggunya.  "Agak sulit terkontrol itu pertumbuhan kendaraannya. Kalau 1.000 motor dan mobil bertambah setiap minggu, sekitar 4.000 perbulan bakal beroperasi di Cimahi, tapi luas jalan tidak bertambah," ungkapnya.

Suharto melanjutkan, kemacetan yang terjadi di ruas jalan arteri Kota Cimahi saat ini terjadi di jam-jam tertentu, terutama pagi dan sore hari.  "Puncak kepadatan itu sebetulnya pagi saat jam sekolah dan jam kerja lalu sore hingga malam saat jam pulang sekolah dan bubar yang kerja. Mulai jam 19.30 WIB mulai normal lagi," bebernya. 

Baca Lainnya