Jumat, 31 Agustus 2018 15:55

Viral Video Buang Sampah ke Sungai, Pemkot Cimahi Siapkan Sanksi

Reporter : Fery Bangkit 

Limawaktu.id - Pemerintah Kota Cimahi berharap Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah segera rampung dan bisa diaplikasikan.

Sebab, dengan Perda yang saat ini tengah dalam proses penyelesaiannya, pihaknya bisa memberikan sanksi terhadap oknum yang membuang sampah ke aliran Sungai di Kota Cimahi.

"Mudah-mudahan tahun ini bisa rampung. Pada regulasi tersebut, akan lebih rinci dan ketat lagi soal pengolahan sampah hingga pembuangan sampah bisa kena sanksi administrasi hingga pidana," kata Djani Ahmad Nurjani, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Demang Hardjakusumah, Jum'at (31/8/2018).

Seperti diketahui, dalam dua hari terakhir, video oknum warga tengah membuang sampah ke Sungai Citopeng di perbatasan RT 04/10 Kelurahan Cijerah, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung dengan RT 06/22 Kelurahan Melong Asih, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 02 menit 13 detik tersebut, terlihat salah seorang oknum warga tengah membuang sampah langsung ke sungai. Dalam percakapan video tersebut, sempat terdengar suara "ieu mah di picuen sa-RT/RW (ini dibuangnya se-RT/RW)". Suara itu diduga merupakan perekam.

Diakui Djani, pihaknya ada keterbatasan dalam pengawasan pembuangan sampah tersebut. Pada prinsipnya, kata dia, warga atau siaiapun dilarang membuang sampah ke aliran sungai.

"Prinsipnya memang itu salah. Gak boleh seperti itu (buang sampah ke sungai). Dalam kegiatan sosialisasi sudah disampaikan," ujarnya.

Ketika disinggung soal kurangnya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah di Cimahi, Djani menjelaskan, permasalahan itu bukan sepenuhnya kesalahan pihaknya.

Sebab, setiap tahun, lanjut dia, Pemerintah Kota Cimahi selalu menganggarkan pembuatan TPS baru atau penempatan bak kontainer. Namun, kata dia, pihaknya dilematis karena tidak semua warga setuju di daerahnya berdekatan dengan TPS.

"Kami selalu kami koordinasi dengan kelurahan, selalu menjelaskan kami siap bangun TPS. Tapi lahannya terbatas masyarakat tidak semuanya menerima dibangun TPS," ucapnya.

Baca Lainnya