Minggu, 2 September 2018 15:50

Videonya Sempat Viral, Dua Oknum Pembuang Sampah ke Sungai Citopeng Ternyata 'Kurir' Sampah

Reporter : Fery Bangkit 

Limawaktu.id - Dua oknum pembuang Sampah ke Sungai Citopeng di berbatasan dengan Kecamatan Cijerah, Kota Bandung dan Kelurahan Melong Asih, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi ternyata merupakan 'kurir' angkut sampah.

Dua oknum kurir sampah itu diketahui bernama Imam Ginanjar dan Adi Setiadi itu ditangkap Sektor 22 Satgas Citarum Harum pada Kamis (30/8/2018), setelah Dansektor 22 Satgas Citarum, Kolonel Inf Asep Rahman Taufik menerima video dari masyarakat melalui ponselnya terkait pelaku yang membuang sampah ke sungai tersebut.

Baca Juga : Viral Video Buang Sampah ke Sungai, Pemkot Cimahi Siapkan Sanksi

Kemudian pihaknya memerintahkan Subsektor 06, Pelda Mulyanto untuk melakukan pengecekan karena lokasi pembuangan sampah itu masuk perbatasan Kota Bandung dan Kota Cimahi.

"Ternyata benar dua pelaku itu membuang sampahnya berkarung karung dari kawasan Citopeng Melong. Kemudian kita tunjukan videonya dan mereka mengaku telah membuang sampah ke sungai," ujar Kolonel Inf Asep Rahman Taufik saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (2/9/2018).

Setia mengangkut sampah dari rumah warga, keduanta mendapat upah Rp 2.000 hingga Rp 5000 ribu per keluarga. Namun, mirisnya, bukan membuang sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah, tetapi setiap harinya mereka kerap membuang sampah ke aliran sungai Cibeureum.

"Alasannya mereka membuang sampah ke sungai itu karena jauh ke TPS, menurut pengakuan mereka jaraknya 4 kilometer, jadi mungkin cukup jauh," katanya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, kata Asep, di sekitar Citopeng, Kelurahan Melong tersebut hingga saat ini tidak ada TPS, sehingga mereka membuang sampah ke sungai.

Kendati demikian, Satgas Citarum Sektor 22 telah memberikan sanksi terhadap kedua pelaku pembuang sampah ke aliran sungai tersebut berupa pembersihan sungai dari hulu sepanjang 150 meter dan dari hilir sepanjang 150 meter.

"Iya kita langsung berikan sanksi itu dan mereka harus melakukannya setiap hari mininal 3 (tiga) jam," katanya.

Ia mengatakan, sanksi tersebut harus mereka lakukan di perbatasan sungai Kota Cimahi dan Kota Bandung tepatnya di RT 04/10, Kelurahan Cijerah, Kecamatan Bandung Kulon, RT 06/22 dan Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi selama 14 hari.

Atas sanksi tersebut, kata Asep, mereka wajib menyetorkan sampah yang telah dibersihkan dari sungai setiap harinya masing-masing per orang 50 kilogram.

"Selain itu mereka harus membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi kembali perbuannya dengan membuat surat pernyataan yang telah ditandatangani oleh RT, RW dan Lurah setempat serta ditandatangani oleh 150 KK," katanya.

Setelah kejadian itu pihaknya akan meningkatkan pengawasan dengan cara melakukan patroli dan melakukan sosialisasi terhadap masyarakat terkait pelarangan membung sampah ke sungai.

Menurutnya, dalam permasalahan membuang sampah ke aliran sungai ini harus ada keterlibatan juga dari pihak pemerintah setempat untuk turut mengawasi dan menyediakan sarana prasarananya.

"Atau pemerintah setempat harus bisa meningkat pengelolaan sampah demi membuat lingkungan khususnya aliran sungai agar tidak tercemar," tandasnya.

Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Djani Ahmad Nurjani, mengaku dilematis menyikapi banyaknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan termasuk ke aliran sungai.

"Dalam kegiatan sosialisasi persampahan sudah disampaikan ke masyarakat agar tidak buang sampah sembarangan apalagi ke sungai," katanya.

Padahal setiap tahun, kata dia, selalu disediakan anggaran penyediaan tempat pengolahan sampah (TPS), namun sulit mendapat lahan karena masyarakat kerap menolak keberadaan TPS di lingkungannya.

"Kalau alasan minim sarana prasarana, kami berusaha mencari lahan untuk TPS tapi sering ditolak masyarakat," ucapnya.

Baca Lainnya