Limawaktu.id - Badan narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengungkap 6 kasus penyalahgunaan dan pengedar narkoba sepanjang tahun 2019. Dari 8 kasus itu melibatkan 14 orang yang menjadi tersangka.
"Dua kasus sudah maju ke pengadilan sampai P21 dengan 3 orang pelaku dan 2 berkas perkara," terang Kepala BNN KBB, Sam Norati Martiana saat ditemui di Kantor BNN KBB, Senin (30/12/2019).
Sam menerangkan, dari 8 kasus yang ditangani, BNN KBB menyita barang bukti narkotika yang didominasi oleh obat-obatan daftar G.
Barang bukti tersebut yakni Hexsimer 4.015 tablet, Tramadol tablet 600 butir, Tramadol kapsul sebanyak 1.000 butir, Ganja seberat 10,67 gram, Sabu seberat 10,25 gram dan Tembakau Gorila 10 linting.
Sam menyebutkan, dari 8 kasus yang berhasil diungkap sepanjang tahun ini, ada dua kasus merupakan hasil razia menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru. "Kita masih menyelidiki barang buktinya," ucapnya.
Dia melanjutkan, penggunaan obat-obatan didominasi oleh remaja usia produktif. Menurutnya kemudahan mendapat obat-obat itu menjadi sebab banyaknya anak sekolah yang mengkonsumsi.
Sam juga menyebutkan, sepanjang tahun 2019, BNN KBB sudah melakukan 3 kali razia ke tempat-tempat hiburan dan kost-kostan di wilayah KBB. Pada proses razia itu, BNN melakukan tes urine baik kepada pengelola dan pengunjung tempat hiburan, begitupun kepada penghuni sejumlah kost-kostan dengan jumlah 151 orang.
"Dari hasil tes urine itu, didapati 7 orang dinyatakan positif. Dengan rincian 3 orang posulitif Amphetamin dan 4 orang diduga menyimpan obat-obatan tanpa izin sari instansi terkait," tuturnya.
Sementara untuk tahun 2020, Sam menegaskan, BNN KBB bakal fokus melakukan razia di hotel-hotel, tempat wisata, kampus dan buruh pabrik di KBB. Hal itu untuk menindaklanjuti banyaknya laporan terkait penyalahgunaan narkoba di tempat-tempat hiburan dan wisata.
"Tahun depan, kita akan koordinasi dengan Universitas, PHRI dan Apindo. Sasaran kita ini Hotel dan restoran akan kita lakukn razia, buruh akan dirazia ke kosannya dan kampus yang ada di KBB," tandasnya.