Minggu, 13 Mei 2018 14:34

Tradisi Munggahan, Objek Wisata di Sekitar Lembang Diserbu Pengunjung

Reporter : Fery Bangkit 
Terminal Wisata Grafika Cikole (TGWC) yang terletak Jalan Tangkuban Perahu KM.8, Desa Cikole, Lembang.
Terminal Wisata Grafika Cikole (TGWC) yang terletak Jalan Tangkuban Perahu KM.8, Desa Cikole, Lembang. [LImawaktu]

Limawaktu.id - Sepekan jelang bulan suci ramadan, jumlah kunjungan ke sejumlah obyek wisata di Lembang, Kabupaten Bandung Barat mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Peningkatan jumlah pengunjunga salah satunya dialami terjadi di Terminal Wisata Grafika Cikole (TGWC) yang terletak Jalan Tangkuban Perahu KM.8, Desa Cikole, Lembang. Dua pekan terakhir jumlah kunjungan meningkat drastis dari hari biasanya.

General Manager TWGC, Sapto Wahyudi mengakui jika tempat wisata yang memiliki fasilitas restoran dan wahana outbound itu mencatat peningkatan pengunjung yang fantastis. Hari biasanya, jumlah pengunjung hanya sekitar 1.500.

"Dua pekan terakhir naik drastis, sehari pengunjung yang makan kurang lebih 2.300 orang dan outbound 1200-an," terangnya, Minggu (13/5/2018).

Sapto menilai, peningkatan jumlah kunjungan wisata ke TGWC tak lepas dari Tradisi Munggahan pada muslim Indonesia. Kelengkapan fasilitas dan suasana sejuk khas hutan pinus menjadi pilihan wisatawan lokal maupun luar daerah untuk sekedar makan bersama.

"Tradisi munggahan ini memang memberi dampak positif pada obyek wisata yang menawarkan kuliner, ditambah akhir ini cuaca cukup mendukung untuk beraktifitas di luar ruangan," paparnya.

TGWC berdiri diatas lahan hutan pinus seluas sembilan hektar, fasilitas lengkap dengan lima restoran, puluhan penginapan berbagai kelas, wahana outbound ditunjang lahan parkir luas memberi pilihan tepat wisatawan munggahan.

"spot selfie kita perbanyak, selebihnya hanya penataan taman dan lahan parkir agar lebih nyaman dan betah berlama-lama,"ucapnya.

Salah seorang pengunjung, Nur Azis (40) mengaku terpesona dengan eksotisnya menginap dan bermain dibawah hutan pinus. Fasilitas mushola, arena bermain anak, api unggun dan lengkapnya sajian kuliner khas Indonesia memberi daya tarik tersendiri.

Dikatakannya, ini untuk pertama kalinya dirinya berkunjung ke TWGC. Setelah kunjungan ini, ia merasa ketagihan dan ingin mencobanya lagi.

"Udaranya sejuk, hutan pinusnya seperti berada di eropa, makannya juga enak. Nyaman untuk kumpul keluarga," katanya.

 
 

Baca Lainnya