Jumat, 19 Januari 2018 15:49

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Cimahi Butuh Tambahan Guru

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Net]

Limawaktu.id,- Kebutuhan tenaga pengajar alias guru di Kota Cimahi semakin mendesak. Pasalnya, Pemerintah Kota Cimahi memiliki tugas berat untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Hingga akhir 2017, total kebutuhan guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota CImahi mencapai 464 guru. Sementara total keseluruhan guru yang dikelola Pemerintah Kota Cimahi baru sekitar 1.209 guru.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan menilai, jumlah guru yang ada saat ini belum ideal. Bahkan, masih ada sekolah yang ketersediaan guru ASN tidak merata di semua sekolah.

"Kalau tidak segera dipenuhi kekurangannya, bisa menjadi suatu hambatan dalam meningkatkan mutu pendidikan," kata Didik, Jum'at (19/1/2018).

Dia melanjutkan, pihaknya telah melakukan kajian terkait peningkatan mutu pendidikan di Cimahi. Dalam kajiannya, ia menyebutkan, apabila mutu pendidikan ingin ditingkatkan, pihaknya perlu tambahan guru khususnya tingkat SD yang berstatus ASN.

"Kami masih perlu tambahan guru lagi. Dalam hal ini Pemerintah Pusat diharapkan turut memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di daerah, termasuk di Cimahi. Karena, walau bagaimanapun, akan berpengaruh terhadap peningkatan mutu pendidikan," tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan guru di tingkat dasar, menurut Dikdik, bisa dilakukan dengan pengangkatan para guru honorer meskipun, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) memastikan tidak semua pegawai honorer kategori dua (K2) bisa menjadi PNS.Terlebih, guru honorer memilki pengalaman dibidang pendidikan.

"Jika mereka mendapatkan kepercayaan, saya yakin mereka akan lebih fokus dalam berkerja dan tentunya memilki rasa tanggungjawab yang tinggi," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan kepegawaian Daerah (BKD) Kota Cimahi, Hardjono, mengatakan, untuk penambahan tenaga pengajar pihaknya sudah mengajukan sekitar 400 formasi, ditambah 300 orang untuk tenaga kesehatan dan infrastruktur.

"Dari Badan Kepegawaian Negara dan Menpan sedang diverifikasi. Sehingga formasi kita untuk CPNS belum diturunkan. Harus melalui verifikasi dan validasi, baru bisa diturunkan. Sehingga kita juga belum tahu berapa jatah untuk Cimahi," terangnya.