Jumat, 2 Maret 2018 12:58

Terminal Warisan Atty Suharti ini Semakin Sepi

Reporter : Fery Bangkit 
Terminal Tipe C Cimindi di Jln. Mahar Martanegara Kota Cimahi.
Terminal Tipe C Cimindi di Jln. Mahar Martanegara Kota Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Sejak dioperasikan awal tahun 2016 lalu, Terminal Tipe C Cimindi di Jln. Mahar Martanegara Kota Cimahi semakin tidak diminati pengemudi angkot maupun penumpang.

Para pengemudi dan penumpang lebih memilih menunrunkan dan menaikan penumpang di persimpangan Cimindi, dekat bawah flyover Cimindi.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jum'at (2/3/2018), belasan angkot berbagai jurusan tampak masih mencari penumpang di sekitar persimpangan, sehingga tak jarang menimbulkan kemacetan. Di Terminal Cimindi justru tampak lowong karena nyaris tidak ada angkot yang masuk.

Yanto (48), salah satu sopir angkot jurusan Cimindi-Cipatik mengakui bahwa memutar dan ngetem di sekitar bunderan flyover Cimindi masih menjadi pilihan semua sopir angkot. "Kalau di Terminal Cimindi, penumpang sepi. Kebanyakan penumpang juga lebih milih naik dan turun di sini," ucapnya.

Ahmad Faisal (20), sopir angkot jurusan Cimindi-Pasar Antri mengaku sering ditegur karena kerap ngetem di sekitar flyover Cimindi. "Karena lebih menguntungkan di sini, iya nekad saja," katanya.

Dia mengatakan, kalau sore hari, hampir semua angkutan umum lebih sering ngetem di sekitaran fly over daripada Terminal Cimindi. Sub Terminal Cimindi sendiri dibangun saat masa kepemimpinan Wali Kota Cimahi Atty Suharti. Terminal seluas 472 meter2 dibangun dengan menghabiskan anggaran hingga Rp 840 juta.

Terminal tersebut dibangun untuk mengakomodir angkot jurusan Cimindi-Nanjung-Cipatik, Cimindi-Cimahi dan Cimindi-Margaasih. Dibangunnya sub terminal Cimindi sebagai upaya dalam menata kawasan tersebut secara komprehensif.

Kepala Bidang Angkutan dan Penerangan Jalan Umum Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang mengakui, luasan Terminal Cimindi tidak ideal untuk mengakomodir angkot dari tiga trayek tersebut.

Sejauh ini, ada sekitar 200 unit angkot yang beroperasi pada trayek Cimindi-Nanjung-Cipatik, Cimindi-Cimahi dan Cimindi-Margaasih. "Secara luasan itu tidak ideal. Itu yang menjadi alasan bagi sopir angkot ngetem di depan (persimpangan)," katanya.