Kamis, 24 Mei 2018 12:19

Terminal Pasar Antri Terlarang Bagi Angkutan Barang

Reporter : Fery Bangkit 
Petugas Memberikan Surat Tilang untuk Angkutan Barang yang Melanggar Aturan.
Petugas Memberikan Surat Tilang untuk Angkutan Barang yang Melanggar Aturan. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Kendaraan angkutan barang diminta untuk tidak memanfaatkan area Terminal Pasar Antri Cimahi sebagai lokasi menurunkan barang.

Pasalnya, area peruntukan khusus untuk menurunkan barang sudah disediakan oleh pihak pengelola Pasar Antri Cimahi.

Kepala Seksi Angkutan pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi Ranto Sitanggang menilai, masuknya kendaraan angkutan barang ke area terminal menambah krodit permasalahan di terminal.

"Saat ini kondisi di Pasar Antri ini krodit. Ini terminal penumpang bukan barang. Ini menyalahi aturan," tegas Ranto saat ditemui di Pasar Antri Cimahi, Kamis (24/5/2018).

Untuk membuat jera para sopir angkot, Dishub Kota Cimahi melakukan Penegakan Hukum (Gakum) terhadap angkutan barang di sekitar Terminal Pasar Antri Cimahi.

Bila ada angkutan barang yang masuk ke area terminal, pihaknya langsung melakukan tindakan. Tindakan dilakukan secara bertahap, dari mulai teguran hingga tindakan penilangan.

"Kalau masih ngeyel, kami tindak dengan surat tilang," katanya.

Ranto mengklaim, bukan kali ini saja pihaknya melaksanakan Gakum terhadap angkutan barang di Pasar Antri Cimahi. Bahkan, kata dia, ada sejumlah angkutan barang yang ditindak lebih dari sekali di sekitar terminal.

"Kita sering melakukan penindakan, termasuk angkutan barang," ujarnya.

Dijelaskannya, kendaraan yang kedapatan ditindak lebih dari sekali diberikan tanda khusus. Tujuannya, untuk memperberat hukuman terhadap pelanggar.

Biasanya, kata Ranto, berdasarkan aturan, sanksi yang diberikan terhadap pelanggar itu maksimal Rp 500 ribu. Namun, bila pelanggar terbukti melakukan kesalahan serupa, maka sanksi akan diperberat.

"Ketika terjadi pengulangan pelanggaran, pelaku kami minta pemberatan. Biasanya untuk maslaah maksimal Rp 500 ribu. Ada yang sampe Rp 1 juta. Kembali lagi ke hakim," jelas Ranto. 

Baca Lainnya