Sabtu, 18 November 2017 19:57

Tekan Resiko Korban Bencana Alam, Kementrian Sosial Bentuk 567 KSB

Reporter : Fery Bangkit 
Simulasi Penanganan bencana Kampung Siaga Bencana di Kota Cimahi.
Simulasi Penanganan bencana Kampung Siaga Bencana di Kota Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id – Direktur Perlindungan Korban Bencana Alam Kementrian Sosial, Margoiyono menyebutkan, selama tahun 2017, sudah ada sekitar 2.071 bencana alam di Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya usai meresmikan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Lapangan Cibaligo, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Sabtu (18/11/2017).

“Kalau keseluruhan itu ada 2.071. Jawa Barat mendominasi, ada sekitar 700 bencana. Seperti banjir dan longsor,” terangnya.

Menurutnya, wilayah Jawa Barat memang merupakan daerah yang paling rawan akan tejadinya bencana alam. Daerah itu di antaranya Garut dan Tasik.

Perihal KSB, kata dia, dibutuhkan untuk menekan risiko semakin tingginya korban bencana alam di berbagai daerah, baik alam maupun non alam.

Simulasi Penanganan bencana Kampung Siaga Bencana di Kota Cimahi
Simulasi Penanganan bencana Kampung Siaga Bencana di Kota Cimahi. [Limawaktu]

Untuk itu, ia mendorong setiap daerah termasuk Kota Cimahi agar mengalokasikan anggaran untuk KSB.

“Ada beberapa provinsi bahkan melakukan, mensupport APBD ke Kampung Siaga Bencana. Misal butuh pelatihan, langsung dikirim,” katanya.

Sejauh ini, lanjutnya, Kementrian Sosial sudah membentuk sebanyak 567 KSB di seluruh Indonesia.

“KSB kita yang dibangun tahun 2017 sekitar 200 lokasi. Tahun depan hanya akan dibangun 68 lokasi,” terangnya.

Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan, pembentukan KSB ini dalam rangka persiapan untuk mengatisipasi bencana alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

“Ini upaya mempercepat bagaimana penanggulangan bencana,” ucapnya. (kit)*