Kamis, 20 Desember 2018 10:39

Tegas!Telat Bayar Iuran BPJS Kesehatan Bisa Kena Denda Rp 30 juta

Reporter : Fery Bangkit 
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, Yudha Indrajaya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, Yudha Indrajaya. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bakal memberikan denda pelayanan bagi peserta JKN-KIS yang terlambat melakukan pembayaran iuran.

Hal itu tertuang dalam aturan terbaru, yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018. 

Baca Juga : Parah! Ratusan Perusahaan di Cimahi Belum Daftarkan Pekerjanya ke BPJS

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, Yudha Indrajaya menjelaskan, denda layanan itu diberikan jika peserta terlambat dalam melakukan pembayaran iuran. Hal itu terjadi apabila peserta menjalani rawat inap di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dalam waktu sampai dengan 45 hari sejak status kepesertaannya aktif.

"Maka ia akan dikenakan denda layanan sebesar 2,5 persen dari biaya diagnosa awal INA-CBG's. Adapun besaran denda pelayanan paling tinggi Rp 30 juta," jelas Yudha saat ditemui di kantor BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi, Rabu (19/12/2018).

Baca Juga : Nih Sanksi untuk Perusahaan jika Enggan Daftarkan Pegawainya ke BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

Ketentuan dena itu dikecualikan bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), yakni peserta yang didaftarkan pemerintah, yang merupakan peserta kurang mampu.

Ditegaskan Yudha, ketentuan denda itu bukan untuk memberatkan peserta, namun untuk mengedukasi peserta agar lebih disiplin dalam menunaikan kewajibannya membayar iuran bulanan.

"Jangan lupa, dibalik hak yang kita peroleh berupa manfaat jaminan kesehatan, ada kewajiban yang harus kita penuhi," tandasnya.

Baca Lainnya